Netflix Bakal Kehilangan 700.000 Warga Inggris karena Krisis Ekonomi

JAKARTA - Netflix diprediksi akan kehilangan banyak pelanggan di Inggirs tahun ini karena krisis biaya hidup yang tengah terjadi di negara tersebut, dan dampak dari paket berlangganan baru yang lebih murah didukung iklan.

Sebanyak 500.000 pelanggan di Inggris pada 2022 akan hilang dari layanan streaming itu, ditambah 200.000 lagi di tahun ini, karena semakin banyak pelanggan yang sadar untuk mengurangi pengeluaran mereka.

Menurut firma riset Ampere Analysis, jumlah pelanggan Netflix turun dari 14,2 juta menjadi 13,7 juta tahun ini di Inggris.

Meski merupakan layanan paling populer di Inggris, Netflix hanya memperoleh 800.000 pelanggan sejak diluncurkan di Inggris pada 2012.

Perusahaan mengatakan kehilangan 200.000 pelanggan pada kuartal pertama (Q1), jauh dari perkiraannya untuk menambah 2,5 juta pelanggan saat itu.

Begitu pun dampak dari penangguhan layanan di Rusia setelah invasi Ukraina juga merugikan 700.000 pelanggan Netflix. Hilangnya pelanggan mungkin disebabkan oleh berakhirnya ledakan streaming yang dipicu pandemi karena banyak yang menghentikan langganan video dalam jumlah rekor di awal tahun kemarin.

Terlebih, kenaikan biaya hidup telah mendorong lebih dari 1,5 juta rumah tangga di Inggris untuk membatalkan akun langganan Netflix selama tiga bulan pertama dengan alasan penghematan uang.

Sementara saingan Netflix, Amazon Prime Video memperoleh 12 juta hingga 12,3 juta pelanggan baru pada 2022 dengan peluncuran acara TV termahal di dunia, spin-off Lord of the Rings, The Rings of Power, yang menelan biaya 465 juta dolar AS setara Rp7,2 triliun.

Dimulai tahun ini, Netflix juga diminta untuk melarang penggunanya membagikan kata sandi mereka dengan keluarga dan teman, bertujuan untuk menghalau platform kembali kehilangan pelanggan.

Tidak mengherankan jika orang beralih ke situs pembajakan untuk menonton acara favorit mereka. Salah satu film Netflix yang masuk dalam daftar 10 besar paling banyak dibajak tahun lalu adalah Stranger Things.

Tahun lalu tepat pada Juni, Netflix mengumumkan mereka telah memberhentikan 300 karyawan, yakni 4 persen dari tenaga kerjanya dalam pemutusan hubungan kerja putaran kedua. Perusahaan mengumumkan PHK setelah kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.