Presiden Zelensky Kunjungi Amerika Serikat, Rusia: Bukan Pertanda Baik Bagi Ukraina

JAKARTA - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, tidak ada hal baik yang akan datang dari perjalanan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Washington pada Hari Rabu, menyebut Rusia tidak melihat peluang untuk melakukan pembicaraan damai dengan Kyiv.

Dalam panggilan telepon dengan wartawan ia mengatakan, pasokan senjata Barat yang terus berlanjut ke Ukraina, akan mengarah pada pendalaman konflik, sesuatu yang dapat menjadi bumerang bagi Kyiv, Peskov memperingatkan.

"Pasokan senjata berlanjut dan jangkauan senjata yang dipasok meluas. Semua ini, tentu saja, mengarah pada perburukan konflik. Ini bukan pertanda baik bagi Ukraina," kata Peskov, melansir Reuters 21 Desember.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Zelensky dijadwalkan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin Kongres pada Hari Rabu, perjalanan luar negeri pertamanya sejak Rusia mengirim puluhan ribu tentara ke negaranya pada 24 Februari.

Ditanya apakah Moskow berharap sesuatu yang positif dapat datang dari perjalanan Presiden Zelensky, Peskov menjawab: "Tidak".

Presiden Zelensky mengatakan kunjungan itu bertujuan untuk memperkuat "ketahanan dan kemampuan pertahanan" Ukraina, di tengah serangan Rusia yang berulang kali terhadap pasokan energi dan air di tengah musim dingin.

"Dalam perjalanan ke Amerika Serikat untuk memperkuat ketahanan dan kemampuan pertahanan Ukraina," tulis Presiden Zelensky di akun Twitternya.

Sementara, Presiden Biden akan mengumumkan bantuan militer terbaru hampir 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp31.169.000.000.000 untuk Ukraina, mencakup baterai rudal Patriot untuk membantunya mempertahankan diri dari rentetan rudal Rusia, kata seorang pejabat senior AS.