Bukan Tesla, Erick Thohir Ajak Produsen Mobil Listrik Arrival Ltd Bangun Pabrik di Indonesia

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membawa kabar gembira dari hasil kunjungan kerjanya ke Inggris. Salah satunya yakni terkait kerja sama dengan produsen kendaraan listrik Arrival Ltd.

Erick melalui Holding BUMN Pertambangan, MIND ID mengajak Arrival Ltd, untuk membangun pabrik mikro baterai dan mengembangkan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia.

"BUMN terus mendorong hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai jual komoditas, dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di dalam negeri. Kali ini BUMN lewat MIND ID menggandeng Arrival Ltd, produsen kendaraan listrik dari Inggris untuk membangun pabrik mikro baterai dan mengembangkan kendaraan listrik (EV) di Indonesia," tulis Erick dalam akun Instagram resminya @erickthohir, dikutip Jumat, 7 Oktober.

Kata Erick, sebagai negara non-blok, memiliki sumber daya alam melimpah, dan pasar yang besar, Indonesia memiliki nilai tambah untuk berkolaborasi.

"Semoga kolaborasi ini bisa membuat Indonesia menjadi produsen utama baterai untuk kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara," jelasnya.

Dalam video yang diunggah Erick, terlihat bagaimana proses manufaktur kendaraan listrik di perusahaam Arrival Ltd ini. Erick pun kaget ketika mengetahui bahwa Arrival Ltd menggunakan sel baterai dari LG, bukan buatan sendiri.

"Why (kenapa)?, ya ini problem-nya, mereka juga beli baterai dari LG. Tapi yang paling mahal adalah sel baterainya," ucap Erick.

Erick juga sempat berdialog dengan pimpinan perusahaan mobil listrik asal Inggris tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Erick memaparkan potensi yang dimiliki Indonesia. Kata dia, ada tiga hal positif yang bisa menjadi nilai tambah untuk investor menanamkan modalnya di Tanah Air.

Tiga hal positif tersebut yakni pasar yang besar; sumber daya alam (SDA) hingga pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan rata-rata mencapai 5 persen per tahun hingga 2045.

"Inilah mengapa kita sebagai pemerintah ingin menciptakan alternatif bagi dunia sebagai rantai pasok yang baru. Tidak hanya sumber daya alam, pangan dan energi, dan sebagainya, kami ingin menciptakan Indonesia sebagai salah satu hub di Asia Tenggara dan kami lihat banyak perusahaan skala global terbukti memiliki visi yang sama dengan kami," katanya.