Disebut Partai Populer Bagi Pemilih Muda, Golkar Tinggal Cari Pemimpin yang Tak Obral Janji Sana Sini

JAKARTA - Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebutkan Partai Golkar menjadi partai paling populer di kalangan pemilih muda. Dalam survei itu, tingkat popularitas Golkar sebesar 94 persen dengan tingkat kesukaannya 75,9 persen.

Pengamat politik Ujang Komarudin menilai capaian tersebut menunjukkan partai berlambang pohon beringin itu telah membangun kedekatan dengan pemilih muda sejak lama. Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, kata dia, juga banyak melibatkan kaum muda, bahkan banyak anggota dewannya dari kalangan millenial.

“Mereka (Golkar) ada program terencana untuk bisa mendekati kalangan milenial dan generasi Z. Sudah lama dan program sudah jalan, sudah ada anggota DPR yang milenial. Itu menjadi amunisi untuk menjadi contoh teladan dan mendekati anak milenial,“ ujar Ujang, Selasa, 27 September.

Ujang mengatakan, hasil survei itu pun tidak berdiri sendiri. Pasalnya, ada usaha dan kerja keras semua pengurus dan anggota Golkar untuk mendekati kalangan muda.

"Termasuk Menko Airlangga, ketua umumnya, mengurus kartu pra kerja, kan itu banyak dibutuhkan milenial. Mungkin itu juga dampaknya ada, dan kesukaan di kalangan anak anak milenial,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Ujang, kini tinggal bagaimana Golkar mewujudkan aspirasi pemilih muda akan calon pemimpin harapan mereka. Calon pemimpin yang bukan sekedar menjual janji, tetapi juga membuat aksi.

“Saya melihat bahwa karakter pemilih muda, butuh pemimpin yang muda, cerdas dan bisa memberikan harapan kepada mereka, termasuk memberi harapan seperti biaya pendidikan yang murah, beasiswa, pekerjaan, itu isu-isu yang penting bagi mereka,” jelas Ujang.

“Bagus ketika mereka tau apa yang dimau dan identifikasi, bukan cuma janji tetapi eksekusi kebijakan yang pro pemilih muda,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno Laksono mengungkapkan, hasil survei tersebut menggambarkan kepekaan partainya terhadap generasi muda.

"Ini menunjukan bahwa Golkar sangat peka terhadap kebutuhan dan pandangan pikiran generasi muda Indonesia," kata politisi yang akrab disapa Dave Laksono itu.

Menurutnya, popularitas dan kesukaan generasi muda terhadap Partai Golkar harus disertai dengan kebijakan partai yang mampu menjawab kebutuhan dan menepis kekhawatiran generasi muda.

Dave menilai, semangat itulah yang juga diusung Airlangga Hartarto yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Lahirnya program kartu prakerja, kata Dave, juga merupakan buah dari semangat tersebut.

"Pak Airlangga ini selalu Menko Perekonomian sudah selalu menjawab tentang kebutuhan generasi muda, baik itu Kartu Prakerja, UU Cipta Kerja itu merupakan (jawaban) dari kekhawatiran generasi muda tentang masa depan," pungkasnya.