Janji Airlangga untuk Golkar Bersih Tanpa Mahar di 2020
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (Mery Handayani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam penutupan Musyawarah Nasional (Munas) X menyampaikan sejumlah janji-janjinya seusai ditetapkan sebagai pemimpin partai berlambang pohon beringin itu.

Salah satu janji yang ia sampaikan adalah mendorong Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 berjalan tanpa adanya mahar politik. Airlangga menyebut, DPP Partai Golkar akan membantu kader yang ingin maju di pilkada bukan malah memberi beban, dengan mahar politik.

"Pilkada 2020 kita canangkan sebagai pilkada tanpa mahar," kata Airlangga saat berpidato dalam acara penutupan Munas Golkar ke-10 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Desember.

Airlangga menjelaskan, hal tersebut disampaikan agar dapat mewujudkan sebuah martabat yang berkeadilan. Ia juga berjanji partainya akan tetap berkomitmen bersih dari korupsi.

Menjadi ketua umum Golkar untuk yang kedua kali membuat Airlangga semakin yakin kalau komitmen anti korupsi tersebut sudah menjadi kekuatan moral spiritual para kader.

"Saya akan lanjutkan gerakan Golkar bersih sebagai partai antikorupsi. Golkar bersih tidak hanya jadi jargon, tapi jadi tiang dan fondasi," ucapnya.

Munas Golkar (Mery Handayani/VOI)

 

Prioritaskan Ketua DPD

Dalam pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Golkar yang digelar 14 dan 15 November, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan Golkar mengutamakan untuk memajukan kadernya dalam Pilkada.

Partai Golkar memberi prioritas untuk ketua-ketua DPD tingkat I, tingkat II yang mempunyai elektabilitas tinggi untuk diusung dalam pilkada.

Ia menjelaskan, terdapat 270 daerah akan menggelar pilkada serentak tahun depan. Dengan demikian, kader Partai Golkar perlu penyiapan strategi untuk memenangi kompetisi itu.

Selain itu, ia menambahkan, kaderisasi dan regenerasi di internal Partai Golkar merupakan keniscayaan.

"Golkar harus mendorong kaderisasi dan regenerasi. Kaum muda semakin berperan penting, bukan hanya saat pemenangan pemilu, melainkan untuk berperan menentukan kebijakan ke depan," kata Airlangga.

Sejumlah kader muda Golkar saat ini menempati posisi strategis baik di lembaga legislatif maupun pemerintahan. Airlangga mengatakan, di masa mendatang, Golkar harus mendukung kader muda.