Doktrin Baru AL Rusia: Kembangkan Teknologi Kapal Perang dan Kapal Induk Canggih, Soroti Ekspansi Kekuatan Militer NATO

JAKARTA - Doktrin baru Angkatan Laut Rusia menyoroti ekspansi kekuatan militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menjadi perhatian, serta pengembangan kemampuan pembuatan kapal perang bertonase besar dan kapal induk canggih.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri langsung peringatan Hari Angkatan Laut yang digelar di St. Petersburg, Minggu. Usai menginspeksi pasukan dan sebelum memberikan pidato, Ia menandatangani doktrin setebal 55 halaman.

Selain menilai Amerika Serikat sebagai tantangan dan ancaman utama terhadap keamanan nasional,doktri baru ini juga mengidentifikasi perluasan infrastruktur militer NATO ke perbatasan Rusia, serta meningkatnya jumlah latihan blok militer di laut yang berdekatan dengan wilayah Rusia sebagai ancaman keamanan utama.

Ekspansi NATO ke perbatasan Rusia tidak dapat diterima dalam hubungan Moskow dengan blok militer, sebagai berikut dari Doktrin Maritim yang baru.

“Rencana NATO untuk memindahkan infrastruktur militernya ke dekat perbatasan Rusia dan upaya aliansi untuk menjalankan fungsi global terus tidak dapat diterima oleh Federasi Rusia dan tetap menjadi faktor penentu dalam hubungannya dengan NATO,” bunyi dokumen itu, dikutip dari TASS 1 Agustus.

Seperti yang ditentukan oleh doktrin, kebijakan maritim nasional Rusia di kawasan Atlantik dibentuk dengan mempertimbangkan keberadaan NATO yang aktivitasnya "bertujuan untuk konfrontasi langsung dengan Federasi Rusia dan sekutunya."

Ilustrasi Presiden Vladimir Putin saat Hari Angkatan Laut Rusia. (Wikimedia Commons/Mil.ru/Aleksey Nikolskyi)

Doktrin Maritim Rusia yang baru menetapkan peningkatan kegiatan di Kutub Utara, menurut dokumen itu.

"Doktrin baru ini membayangkan" diversifikasi dan peningkatan aktivitas maritim di kepulauan Spitsbergen, Franz Josef Land dan Novaya Zemlya dan Pulau Wrangel," tulis dokumen itu.

Rusia akan meningkatkan kemampuan operasional Angkatan Laut untuk memastikan keamanan nasional dan melindungi kepentingannya di Samudra Dunia, sebagai berikut dari Doktrin Maritim yang baru.

“Tujuan strategis dari kebijakan maritim nasional adalah sebagai berikut: meningkatkan kemampuan operasional (tempur) Angkatan Laut untuk memastikan keamanan nasional Federasi Rusia dan melindungi kepentingan nasionalnya di Samudra Dunia,” bunyi doktrin itu.

Tujuan strategis lainnya adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam mempertahankan dan melindungi perbatasan laut negara Federasi Rusia, kata dokumen itu.

Doktrin Maritim Rusia yang baru menetapkan pengembangan industri pembuatan kapal di Timur Jauh, khususnya, untuk membangun kapal induk, sebagai berikut dari dokumen tersebut.

“Mengembangkan industri pembuatan kapal modern dan berteknologi tinggi di Timur Jauh yang dirancang untuk membangun kapal bertonase besar (khususnya, untuk pengembangan Arktik) dan kapal induk canggih untuk Angkatan Laut,” bunyi dokumen tersebut.

Diketahui, mengutip Reuters, garis pantai Rusia yang luas sepanjang 37.650 km (23.400 mil), yang membentang dari Laut Jepang hingga Laut Putih, juga mencakup Laut Hitam dan Laut Kaspia.