Peringatkan AS dan Inggris Stop Pasokan Senjata ke Ukraina, Rusia: Kargo Senjata Jadi Target Sah Angkatan Bersenjata
JAKARTA - Politisi Rusia meminta Amerika Serikat dan Inggris untuk berhenti mengirimkan pasokan senjata ke Ukraina, lantaran dampaknya bisa luas, memperingatkan tindakan tegas yang bisa diambil.
Anggota parlemen senior Rusia meminta Amerika Serikat dan Inggris, untuk mengakui tanggung jawab mereka terhadap krisis global yang sedang berlangsung, berhenti memasok senjata ke Ukraina," Leonid Slutsky, ketua komite internasional Duma Negara Rusia (majelis rendah) dalam unggahannya di saluran Telegam, seperti mengutip TASS 17 April.
"Sudah saatnya mereka berhenti memasok granat ke Kyiv. Karena konsekuensinya mungkin sangat menyedihkan dari seluruh dunia," lanjutnya dalam tulisan yang mengomentari pernyataan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, jika London berencana untuk memasok lebih banyak senjata ke Ukraina.
Lebih jauh Slutsky menilai, "pelindung Barat rezim Kiev berusaha untuk terus menggunakan Ukraina" sebagai alat dalam konfrontasi dengan Rusia.
Baca juga:
- Rusia Klaim Berhasil Bebaskan Sandera di Masjid Turki Mariupol Lewat Operasi Khusus
- Tegaskan Keprihatinan Invasi Rusia ke Ukraina saat Misa Paskah, Paus Fransiskus: Tolong, Jangan Sampai Terbiasa Perang
- Perdana Umrah dan Puasa Ramadan di Tanah Suci, Bintang K-pop Daud Kim: Saya Orang Paling Beruntung, Terinspirasi Indonesia
- Sisa Pasukannya di Mariupol Masih Berjuang dan Tolak Seruan Rusia untuk Menyerah, PM Ukraina: Kota Ini Belum Jatuh
"Moskow telah memperingatkan, pendekatan yang tidak bertanggung jawab terhadap keamanan global dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga," tutur Slutsky memberikan penekanan.
"Jika mereka gagal melihatnya, maka, seperti yang telah dicatat oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, setiap kargo dengan senjata untuk Ukraina akan menjadi target yang sah bagi angkatan bersenjata Rusia selama operasi khusus demiliterisasi rezim Kiev. Inilah yang sebenarnya sudah terjadi," tegas Slutsky.