Intensitas Pertempuran Belum Mereda, Pembicaraan Damai Rusia-Ukraina Bakal Dilanjutkan Secara Online Hari Ini

JAKARTA - Pembicaraan damai antara Rusia dengan Ukraina disebut bakal dilanjutkan secara online hari ini, di saat intensitas pertempuran pasukan kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sirene serangan udara meraung sekali lagi di ibu kota Kyiv, dengan pihak berwenang mengatakan mereka menimbun bahan makanan penting selama dua minggu untuk 2 juta orang yang belum melarikan diri dari pasukan Rusia yang berusaha mengepung kota.

Melansirr Reuters 14 Maret, Ukraina melaporkan serangan udara baru di bandara di barat dan penembakan berat di Chernihiv timur laut ibukota.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Vadym Denyenko mengatakan, pasukan Ukraina melakukan serangan balik di wilayah Kharkiv timur dan sekitar kota selatan Mykolayiv. Reuters tidak dapat memverifikasi pernyataan tersebut.

Di Ukraina timur, pasukan Rusia berusaha mengepung pasukan Ukraina saat mereka bergerak maju dari pelabuhan Mariupol di selatan dan kota kedua Kharkiv di utara, kata Kementerian Pertahanan Inggris.

Dewan kota di Mariupol mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 2.187 warga telah tewas sejak awal invasi. Reuters tidak dapat memverifikasi jumlah korban itu.

Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, telah mengalami beberapa pemboman terberat. Video dari seorang warga, Teimur Aliev, menunjukkan gedung-gedung yang dibom di sepanjang jalan, mobil-mobil yang terbakar penuh dengan lubang pecahan peluru dan puing-puing berserakan.

"Kami akan menjahit luka dan rasa sakit di negara dan kota kami. Kami siap untuk membangunnya dan kami siap untuk memperbaruinya ketika perang berakhir. Kami tidak akan kemana-mana," kata Aliev (23) seorang musisi.

Sementara di Chernihiv, sekitar 150 km (100 mil) timur laut Kyiv, petugas pemadam kebakaran menyelamatkan penduduk dari gedung yang terbakar setelah penembakan berat, video dari layanan darurat Ukrainadan diverifikasi oleh Reuters, menunjukkan.

Dampak serangan Rusia. (Wikimedia Commons/dsns.gov.ua/State Emergency Service of Ukraine)

Terlepas dari kekerasan, kedua belah pihak memberikan penilaian yang paling optimis tentang prospek kemajuan pada pembicaraan bilateral, yang telah diadakan secara berkala sejak awal invasi.

"Rusia sudah mulai berbicara secara konstruktif," ujar negosiator Ukraina dan penasihat presiden Mykhailo Podolyak dalam sebuah video yang diunggah online.

"Saya pikir kami akan mencapai beberapa hasil secara harfiah dalam hitungan hari," tandasnya.

Sementara, seorang delegasi Rusia untuk berbicara dengan Ukraina, Leonid Slutsky, seperti dikutip oleh kantor berita RIA mengatakan mereka telah membuat kemajuan yang signifikan, ada kemungkinan para delegasi dapat segera mencapai rancangan kesepakatan.

Terpisah, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut pembicaraan Rusia-Ukraina akan dilanjutkan pada Senin, 14 Maret dalam format virtual.

"Ya," katanya ketika ditanya apakah pembicaraan besok (hari ini) akan diadakan secara online, dikutip dari TASS.

Peskov mengatakan pada Hari Sabtu, delegasi Rusia ke pembicaraan virtual dengan Ukraina seperti biasa akan dipimpin oleh pembantu presiden Vladimir Medinsky.

Untuk diketahui, putaran pertama pembicaraan Rusia-Ukraina diadakan di wilayah Gomel Belarusia pada 28 Februari. Pembicaraan berlangsung selama lima jam. Pembicaraan putaran kedua diadakan pada 3 Maret di Belovezhskaya Pushcha, di Belarus. Pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan tentang koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil.

Delegasi bertemu untuk pembicaraan putaran ketiga pada 7 Maret, di wilayah Brest, juga di Belarus. Pada 10 Maret, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov bertemu dengan mitranya dari Ukraina, Dmitry Kuleba di sela-sela forum diplomatik di Antalya, Turki.