Kritik Pembatalan Penerbangan oleh Beijing, Amerika Serikat: Tindakan China Tidak Konsisten dengan Kewajibannya

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joe Biden mengkritik keputusan China yang kembali membatalkan penerbangan dari Amerika Serikat (AS) ke China, lantaran ada penumpang yang kemudian dites positif COVID-19, memperingatkan tindakan tanggapan bisa dilakukan.

"Tindakan China tidak konsisten dengan kewajibannya berdasarkan Perjanjian Transportasi Udara AS-China. Kami terlibat dengan (Pemerintah China) dalam hal ini, dan kami memiliki hak untuk mengambil tindakan regulasi yang sesuai," ujar juru bicara Departemen Transportasi AS, mengutip Reuters 13 Januari.

China pada Hari Rabu memerintahkan penangguhan enam penerbangan AS ke China dalam beberapa minggu mendatang, setelah lonjakan penumpang yang dites positif COVID-19, meningkat menjadi 70 pembatalan yang perintahkan sejak awal tahun ini dalam jadwal yang telah dikurangi secara drastis.

Penangguhan terakhir mempengaruhi dua penerbangan United Airlines dari San Francisco ke Shanghai, serta empat penerbangan China Southern Airlines dari Los Angeles ke Guangzhou. Kedutaan Besar China di Washington tidak segera berkomentar.

Terpisah, Airlines for America, grup perdagangan yang mewakili United Airlines, Delta Air Lines, American Airlines dan lainnya mengatakan, operator AS sedang "berkomunikasi dengan pemerintah AS dan China, untuk mengidentifikasi jalan ke depan yang meminimalkan dampak kepada wisatawan."

Diketahui, Beijing dan Washington telah berdebat tentang layanan udara sejak awal pandemi. Sebelum pembatalan terbaru, tiga maskapai AS dan empat maskapai China mengoperasikan sekitar 20 penerbangan seminggu antar negara, jauh di bawah angka lebih dari 100 per minggu sebelum pandemi.

Selain dengan Negeri Paman Sam, China juga menangguhkan penerbangan dengan negara lain, termasuk pada Rabu total enam penerbangan dari Prancis dan Kanada.

Adapun jumlah penerbangan AS yang dibatalkan telah melonjak sejak Desember, karena infeksi yang disebabkan oleh varian Omicron melonjak ke rekor tertinggi di Amerika Serikat.

Untuk diketahui, China telah menutup semua perbatasannya untuk pelancong internasional, memotong total penerbangan internasional menjadi hanya 200 penerbangan seminggu, atau 2 persen dari tingkat pra-pandemi, Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan pada Bulan September tahun lalu.