Robot Penjelajah NASA Temukan Batu Aneh di Permukaan Mars
Robot penjelajah Curiosity milik NASA kembali menemukan sesuatu di Mars. (foto: dok NASA)

Bagikan:

JAKARTA - Robot penjelajah Curiosity milik NASA kembali menemukan sesuatu di Mars. Diklaim, itu merupakan batuan bertesktur aneh yang menahan kekuatan erosi di Planet Merah.

Saat menemukan batu itu, Curiosity tengah menjelajahi kawah Gale, yakni rumah bagi gunung yang bernama Sharp. Robot penjelajah juga mengambil beberapa gambar di kawah tersebut.

Kemudian, gambar-gambar itu disatukan menjadi tampilan mozaik oleh ilmuwan citizen Kevin Gill, dan ahli geologi planet NASA Abigail Fraeman menggambarkan pemandangan itu sebagai gambar yang sangat aneh dari tekstur batuan yang menarik dalam pembaruan misi penjelajah.

"Saya terus terpesona oleh tekstur yang kita lihat, terutama prevalensi benjolan berukuran sentimeter dan benjolan yang menyembul dari batuan dasar," ungkap Fraeman seperti dikutip dari CNET, Jumat 6 Agustus.

Sekarang robot penjelajah sedang memeriksa zona transisi antara unit bantalan tanah liat yakni area yang kaya akan mineral tanah liat dan unit bantalan sulfat. Kedua daerah mengisyaratkan bahwa di masa lalu wilayah ini berpotensi berair dan menarik bagi para ilmuwan yang menyelidiki apakah Mars mungkin pernah layak huni untuk kehidupan mikroba.

Bidang pandang untuk gambar lengkung hanya sekitar 6,5 inci (16,5 sentimeter), itu artinya seluruh formasi cukup kecil. Menurut ahli geologi planet Michelle Minitti, lengkungan halus kemungkinan terdiri dari bahan yang tahan terhadap erosi. Kawah Gale adalah tempat berdebu, berangin dan berbatu.

Sementara itu, ahli geologi Mars Gwénaël Caravaca juga mengomentari lengkungan batuan kawah Gale di Twitter-nya, dia mengatakan itu bisa terlihat menyerupai ular, tanduk atau strain DNA.

Tentu saja bentuk-bentuk aneh ini menjadi objek terfavorit para penggemar Mars. Diketahui, Curiosity telah menjelajahi Kawah Gale sejak 2012. Lengkungan ini menunjukkan masih banyak keajaiban visual dan geologis yang dapat diungkap oleh penjelajah veteran saat mendaki kaki gunung Sharp.