Samsung Gabung Aliasin Xiaomi, Oppo, dan Vivo Bikin Ekosistem Android?
Lustrasi smartphone (terimakasih0/Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Raksasa pabrikan ponsel China dua tahun lalu Xiaomi, Oppo dan Vivo sepakat untuk bergabung dalam kesepakatan Mutual Transfer Alliance (MTA). Kini, Samsung ikut bergabung dalam koalisi.

Diketahui, MTA merupakan sebuah cara standar untuk mentransfer file antar perangkat seperti ponsel dan komputer secara lokal melalui koneksi nirkabel 20 MB/s. Setelah beberapa bulan pengujian beta, fitur tersebut pun meluncur.

Mengutip GSM Arena, Senin 21 Juni, selain ketiga perusahaan tersebut dan Samsung, adapula perusahaan lain juga bergabung dalam aliansi seperti OnePlus, Meizu, ZTE, Black Shark, dan HiSense juga termasuk di dalamnya, begitu pula Asus serta gim Republic of Gamers (ROG).

Tentu saja kehadiran Samsung merupakan kemenangan besar bagi aliansi tersebut. Bagaimana tidak, pertama ia adalah salah satu pembuat smartphone terbesar di dunia. Kedua, Samsung sudah memiliki fitur transfer nirkabelnya sendiri, Quick Share, yang diluncurkan pada 2020 sebagai pengganti Android Beam yang sudah tidak digunakan lagi.

Fitur tersebut juga diklaim sebagai alternatif dari Nearby Share baru Google. Bahkan, raksasa Korea Selatan itu akan merilis aplikasi Quick Share-nya untuk Windows 10 awal tahun ini.

Namun, bergabungnya Samsung bukan berarti Quick Share akan hilang. Kemungkinan besar perangkat Galaxy dan aplikasi Windows akan diperbarui agar dapat mendukung sistem MTA.

Sayangnya, hingga kini perusahaan belum mengumumkan kapan akan meluncurkan pembaruan semacam itu. Tetapi langkah Samsung ini merupakan pukulan bagi Google, yang baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menambahkan Nearby Share ke ChromeOS dan mungkin tiba di perangkat Windows 10 melalui browser Chrome.