Bagikan:

JAKARTA — Otoritas siber China memperingatkan sejumlah aplikasi dan situs milik ByteDance karena dinilai gagal mematuhi aturan pelabelan konten yang dihasilkan kecerdasan buatan.

Dalam pernyataan resmi pada Selasa, 28 April, Administrasi Ruang Siber China atau Cyberspace Administration of China menyebut aplikasi edit video Jianying, Maoxiang, serta situs Jimeng AI tidak menjalankan langkah identifikasi konten AI secara efektif.Pelanggaran itu disebut bertentangan dengan hukum keamanan siber China dan aturan terkait lainnya.

China Perketat Pengawasan AI

Otoritas mengatakan pihak terkait telah dipanggil, diperintahkan melakukan perbaikan, diberikan peringatan, serta dikenai sanksi.Namun regulator tidak merinci bentuk hukuman yang dijatuhkan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa seluruh platform digital wajib mematuhi ketentuan hukum mengenai pelabelan konten berbasis AI.

Regulator juga menekankan pengawasan akan terus diperkuat demi melindungi kepentingan publik sekaligus memastikan perkembangan industri AI berjalan sehat dan teratur.Langkah ini menegaskan posisi China sebagai salah satu negara dengan pendekatan regulasi AI paling ketat di dunia.

Aturan Berlaku Sejak September 2025

China mengeluarkan ketentuan resmi mengenai pelabelan konten AI pada Maret 2025.Aturan tersebut mulai berlaku efektif pada September tahun yang sama.

Regulasi itu mewajibkan platform untuk menandai secara jelas materi yang dihasilkan atau dimodifikasi oleh AI agar pengguna dapat membedakan antara konten manusia dan mesin.Tujuannya bukan hanya mencegah disinformasi, tetapi juga membangun transparansi dalam ekosistem digital.

Dalam konteks itu, kegagalan platform besar seperti ByteDance menjalankan aturan dipandang sebagai ancaman terhadap kredibilitas informasi publik.

Sinyal Tegas untuk Industri Teknologi

Kasus ini menjadi pesan kuat bagi perusahaan teknologi, khususnya yang bergerak di bidang AI generatif.Era eksperimen bebas mulai bergeser menuju era akuntabilitas.

Bagi China, AI bukan sekadar peluang ekonomi, tetapi juga wilayah strategis yang harus diawasi ketat demi stabilitas sosial dan kontrol informasi.

Dengan meningkatnya kemampuan AI menciptakan teks, gambar, hingga video realistis, kewajiban pelabelan kini menjadi instrumen utama untuk menjaga batas antara realitas dan rekayasa digital.

Ikuti Whatsapp Channel VOI