Bagikan:

JAKARTA — WhatsApp sedang mengembangkan sistem pencadangan cloud mandiri. Layanan baru ini hadir untuk mengurangi ketergantungan pengguna ke layanan pihak ketiga seperti Google Drive dan iCloud.

Seiring dengan banyaknya peningkatan yang dihadirkan WhatsApp, ukuran cadangan platform tersebut terus membengkak. Bahkan, pembengkakan ini kerap menghabiskan kuota penyimpanan gratis di layanan cloud eksternal.

Untuk memberikan kemudahan di masa depan, pengguna akan diberikan kebebasan untuk memilih lokasi penyimpanan data mereka. Salah satu pilihannya adalah menggunakan server khusus milik WhatsApp yang menawarkan penyimpanan gratis hingga 2 GB.

WhatsApp menjanjikan enkripsi ujung-ke-ujung dalam penyimpanan cloud yang ditawarkan ini. Pengguna dapat memilih metode enkripsi berbasis kunci sandi agar tidak perlu repot mengingat kata sandi yang rumit.

Jika lebih menyukai metode tradisional, WhatsApp tetap menyediakan opsi enkripsi menggunakan kata sandi manual atau kunci 64 digit. Semua metode ini ditawarkan untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang memiliki akses sah terhadap cadangan data pribadinya di cloud.

Selain opsi gratis, WhatsApp juga berencana menawarkan paket penyimpanan tambahan berkapasitas 50 GB. Paket berbayar ini diperkirakan akan dijual seharga 0,99 dolar (Rp17 ribuan) untuk menampung file media dengan skala yang lebih besar.

Fitur penyimpanan cloud ini masih dalam tahap pengembangan. WhatsApp akan meluncurkan fitur ini secara bertahap kepada para penguji beta sebelum diluncurkan untuk seluruh pengguna.