Bagikan:

JAKARTA – Republik Latvia, negara bagian Eropa Utara, menandatangani Perjanjian Artemis pada Senin, 20 April lalu. Peresmian tersebut digelar di Markas Besar NASA yang berada di Washington.

Dengan menandatangani perjanjian ini, Latvia resmi menjadi negara ke-62 yang mendukung misi eksplorasi ke ruang angkasa tersebut. Penandatanganan Perjanjian Artemis ini dihadiri oleh perwakilan dari dua negara, termasuk Administrator NASA Jared Isaacman.

Isaacman menyambut baik kehadiran Latvia dalam koalisi eksplorasi luar angkasa ini. Menurutnya, kehadiran anggota baru dalam Perjanjian Artemis dapat memperkuat visi eksplorasi Bulan secara transparan dan damai.

"Setiap penandatangan baru memperkuat koalisi yang berkomitmen pada eksplorasi ruang angkasa yang transparan dan damai," ujar Isaacman, dikutip dari situs resmi NASA pada Selasa, 21 April.

Menteri Pendidikan dan Sains Latvia, Dace Melbārde, turut menghadiri peresmian kerja sama tersebut sebagai penandatangan utama dari Latvia. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi dari Kedutaan Besar Latvia dan Departemen Luar Negeri AS.

Melbārde menyatakan bahwa partisipasi ini merupakan investasi besar bagi pengembangan peneliti serta inovator muda di Latvia. Dengan bergabungnya Latvia, mereka akan memberikan bantuan darurat kepada NASA saat dibutuhkan.

Mereka juga berhak mendapatkan data ilmiah dari program tersebut. Selain itu, saat Latvia sedang menjalankan misi di ruang angkasa, mereka harus memastikan bahwa aktivitas tersebut tidak mengganggu kegiatan operasional Artemis.

NASA memperkirakan jumlah negara yang bergabung akan terus bertambah dalam beberapa bulan mendatang. Semakin banyak negara yang bergabung, misi jangka panjang ini diyakini dapat berjalan dengan lancar.