Bagikan:

JAKARTA - Blue Origin berhasil mendaratkan kembali booster tahap pertama roket New Glenn untuk pertama kalinya dalam misi New Glenn 3 (NG-3). Namun sayangnya, satelit yang dibawa gagal mencapai orbit yang seharusnya.

Awalnya, peluncuran roket berjalan normal. Booster tahap pertama berhasil terpisah sekitar 10 menit setelah lepas landas dan mendarat kembali di kapal pemulihan. Ini pun menjadi penggunaan ulang pertama booster New Glenn, sebuah pencapaian penting bagi Blue Origin.

Namun, beberapa jam kemudian masalah muncul saat roket yang bertugas mengantarkan satelit ke orbit mengatakan bahwa satelit telah terpisah dan menyala, tetapi letaknya tidak sesuai pada orbit yang direncanakan.

“Kami telah mengkonfirmasi pemisahan muatan. AST SpaceMobile telah mengkonfirmasi bahwa satelit telah menyala. Muatan tersebut ditempatkan ke orbit yang tidak nominal,” tulis Blue Origin dalam pernyataannya di X.

Produsen satelit, AST SpaceMobile, menjelaskan satelit bernama BlueBird 7 berada di orbit yang terlalu rendah. Karena terlalu rendah, satelit tidak bisa mempertahankan posisinya di luar angkasa dan akhirnya akan turun kembali ke atmosfer (deorbit).

BlueBird 7 seharusnya menjadi satelit kedelapan AST SpaceMobile yang diluncurkan ke orbit bumi rendah (low-earth orbit) dan merupakan salah satu dari banyak satelit yang direncanakan untuk jaringan broadband seluler berbasis ruang angkasa mereka.

Meski demikian, perusahaan menegaskan produksi satelit tetap berjalan. Saat ini AST SpaceMobile tengah memproduksi satelit hingga BlueBird 32, sementara BlueBird 8 hingga 10 diperkirakan siap dikirim dalam sekitar 30 hari.

Mereka juga masih menargetkan peluncuran satelit baru setiap satu hingga dua bulan sepanjang 2026. Secara keseluruhan, AST SpaceMobile tetap menargetkan sekitar 45 satelit berada di orbit pada akhir 2026.

Saat ini, Blue Origin sedang melakukan penilaian dan akan memberikan pembaruan kepada masyarakat ketika mereka memiliki informasi yang lebih detail.