Bagikan:

JAKARTA – Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) melarang Blue Origin untuk menerbangkan roket New Glenn. Perintah ini dikeluarkan karena kegagalan peluncuran yang terjadi pada Minggu, 20 April 2026.

Satelit Bluebird 7 yang diluncurkan perusahaan tersebut gagal mencapai orbit yang ditargetkan. Blue Origin harus melakukan investigasi kegagalan dari misi tersebut dan menemukan penyebabnya jika ingin meluncurkan New Glenn kembali.

Misi bertajuk New Glenn 3 (NG-3) tersebut awalnya berjalan dengan lancar. Blue Origin berhasil menggunakan ulang booster tahap pertama dan mendaratkannya kembali di kapal pemulihan.

Sayangnya, satelit yang seharusnya berada di Orbit Rendah Bumi (LEO) justru ditempatkan ke bagian orbit yang terlalu rendah. Menurut CEO Blue Origin, Dave Limp, masalah ini terjadi karena adanya kendala teknis pada mesin tahap atas yang tidak memberikan daya dorong optimal.

"Kami meyakini salah satu mesin tahap atas tidak menghasilkan daya dorong yang cukup untuk mencapai orbit target kami," ujar Dave Limp dalam pernyataan resminya, dikutip pada Selasa, 21 April.

Posisi Bluebird 7 saat ini tidak bisa dipertahankan. AST SpaceMobile pun menyatakan bahwa mereka akan membiarkan satelit jatuh dan terbakar di atmosfer Bumi atau menjalani proses de-orbit dengan sendirinya dalam waktu dekat.

Saat ini, pihak perusahaan tengah bekerja sama dengan FAA untuk menemukan akar permasalahan dan melakukan perbaikan sistem secepat mungkin. Hasil investigasi nantinya akan menentukan kapan roket New Glenn dapat melanjutkan misinya.

Masalah teknis ini juga memberikan tekanan pada rencana besar Blue Origin dalam mendukung program NASA untuk kembali ke permukaan Bulan. Pasalnya, roket New Glenn diharapkan menjadi tulang punggung dalam pengiriman wahana pendarat bulan di masa depan.