JAKARTA – Astronot misi Artemis II telah kembali ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan luar angkasa yang memecahkan rekor dunia. Pesawat yang membawa para astronot telah mendarat dengan selamat.
Kapsul yang bernama Orion tersebut dilaporkan mendarat dengan bantuan parasut di Samudra Pasifik pada Sabtu, 11 April sekitar pukul 07.07 WIB. Proses masuk kembali ke Bumi mulai terjadi pada ketinggian 400.000 kaki dalam 35 kali kecepatan suara.
Selama proses penurunan, Orion sempat mengalami kondisi pemadaman komunikasi selama enam menit akibat terbentuknya plasma di sekitar kapsul. Setelah itu, sistem parasut Orion bekerja secara bertahap mulai dari ketinggian 23.400 kaki untuk memperlambat wahana.
Pada penurunan terakhir, tiga parasut utama dikerahkan untuk memastikan pendaratan di air berlangsung dengan mulus di lepas pantai San Diego. Empat kru yang berada di dalam pesawat akhirnya bisa mendarat tanpa gangguan apa pun.
Empat kru yang terlibat dalam misi ini adalah Astronot NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Astronot Badan Antariksa Kanada (CSA) Jeremy Hansen. Selama sepuluh hari, mereka menempuh jarak total hampir 700.000 mil dan melampaui rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia.
"Artemis II menunjukkan keterampilan, keberanian, dan dedikasi yang luar biasa saat awak mendorong Orion, SLS, dan eksplorasi manusia lebih jauh dari sebelumnya," ujar Administrator NASA Jared Isaacman.
BACA JUGA:
Selama berada di dekat Bulan, para astronot berhasil mengabadikan lebih dari 7.000 gambar permukaan bulan dan fenomena gerhana matahari. Mereka juga mendokumentasikan topografi di sepanjang garis terminator untuk membantu persiapan pendaratan di Kutub Selatan Bulan lewat misi Artemis IV.
Setelah pendaratan berhasil dilakukan, helikopter Angkatan Laut AS kemudian membawa keempat astronot menuju kapal USS John P. Murtha. Selanjutnya, tim medis melakukan evaluasi kondisi kesehatan kepada para astronot sebelum mereka diterbangkan kembali ke Houston.
Wahana Orion kemudian ditarik menggunakan tali derek ke dalam dek lambung kapal oleh para penyelam Angkatan Laut. Pesawat tersebut akan dibawa kembali ke Pusat Luar Angkasa Kennedy di Florida untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh dan pengambilan data.
Seluruh hasil penelitian dari Artemis II diharapkan dapat memajukan operasi misi dan membantu astronot masa depan dalam melakukan eksplorasi di Bulan. NASA juga tengah fokus pada rencana pembuatan pangkalan di Bulan agar manusia dapat menetap di sana secara berkelanjutan.