YOGYAKARTA - Mengetahui jenis penyakit jantung bawaan pada bayi membuat setiap orang tua siap dengan berbagai kemungkinan terburuk. Kondisi ini tidak selalu tampak jelas sejak bayi lahir. Banyak kasus baru terdeteksi setelah beberapa minggu pertama.
Penyakit ini terjadi ketika struktur jantung tidak berkembang sempurna sejak dalam kandungan. Bukan berarti ini kesalahan orang tua, namun yang terpenting adalah mengenalinya lebih awal agar penanganan bisa segera dilakukan.
Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?
Dilansir dari laman Mayo Clinic, penyakit jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur jantung yang sudah ada sejak bayi lahir.
Berdasarkan data, setidaknya 8 dari setiap 1.000 bayi lahir dengan kondisi ini. Artinya, kasusnya jauh lebih umum dari yang banyak orang kira.
Jenis-Jenis Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi
Ada banyak jenis PJB, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan penanganan segera. Berikut ini lima jenis yang paling umum ditemukan pada bayi.
Ventricular Septal Defect (VSD)
VSD adalah kondisi di mana terdapat lubang pada dinding pemisah antara bilik kanan dan kiri jantung. Ini merupakan jenis PJB yang paling sering terjadi. Lubang kecil mungkin menutup sendiri, tapi lubang besar memerlukan tindakan medis segera.
Atrial Septal Defect (ASD)
ASD terjadi ketika ada lubang di dinding antara serambi kanan dan kiri jantung. Berbeda dengan VSD, kondisi ini kerap tidak menunjukkan gejala hingga anak beranjak lebih besar.
Baca juga: Sering Jantung Berdebar? Kenali Mana yang Normal dan Perlu Diwaspadai
Tetralogy of Fallot (TOF)
Tetralogy of Fallot adalah kombinasi dari empat kelainan jantung sekaligus, termasuk lubang di bilik bawah dan penyempitan aliran darah ke paru-paru. Salah satu tandanya yang khas adalah kulit bayi yang tampak kebiruan atau sianotik. Kondisi ini tergolong serius dan umumnya memerlukan operasi pada tahun pertama kehidupan.
Patent Ductus Arteriosus (PDA)
PDA terjadi ketika saluran penghubung antara aorta dan arteri paru tidak menutup setelah bayi lahir. Saluran ini seharusnya tertutup sendiri dalam beberapa jam setelah kelahiran. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada bayi yang lahir prematur.
Transposisi Arteri Besar (TGA)
TGA adalah kondisi di mana dua arteri utama yang keluar dari jantung berada dalam posisi terbalik. Akibatnya, aliran darah ke seluruh tubuh terganggu secara serius, yang menjadi kedaruratan medis dan bayi membutuhkan penanganan segera setelah lahir.
BACA JUGA:
Gejala Umum yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Gejala PJB bervariasi tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Pada kasus serius, tanda-tandanya biasanya muncul dalam hari atau bulan pertama setelah lahir.
Adapun beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan antara lain bibir, kuku, atau lidah yang tampak kebiruan, napas cepat, kesulitan menyusu, dan berat badan yang tidak naik normal.
Kemudian pada anak yang lebih besar, gejalanya bisa berupa mudah lelah saat beraktivitas, sesak napas, bahkan pingsan. Jika bayi Anda menunjukkan salah satu tanda ini, jangan tunda untuk membawanya ke dokter spesialis anak.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Diagnosis dini sangat menentukan kualitas hidup anak ke depannya. Pemeriksaan ekokardiografi bisa dilakukan bahkan sejak usia neonatus untuk mendeteksi kelainan sejak awal. Ingat satu hal: deteksi lebih awal, peluang sembuh lebih besar.
Bisakah Penyakit Jantung Bawaan Disembuhkan?
Kabar baiknya, tidak semua PJB memerlukan operasi besar. Beberapa jenis seperti VSD kecil bisa menutup dengan sendirinya seiring tumbuh kembang bayi.
Namun, PJB yang lebih kompleks mungkin memerlukan tindakan kateterisasi jantung atau operasi jantung terbuka.
Meskipun demikian, jangan panik dulu karena kemajuan teknologi medis telah memungkinkan banyak bayi dengan PJB untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Yang penting, Anda tidak menundanya.
Memahami jenis penyakit jantung bawaan pada bayi memang tidak mudah, namun informasi yang tepat bisa menjadi langkah awal yang menyelamatkan. Untuk berita kesehatan, dan tumbuh kembang anak lainnya kunjungi VOI.