JAKARTA - Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan kelainan struktur jantung yang sudah terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Penyakit ini menjadi tantangan kesehatan yang masih sulit diatasi hingga saat ini.
Terdapat sekitar 45 ribu bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahunnya di Indonesia. Ketua Kelompok Kerja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Oktavia Lilyasari, Sp.JP(K) mengatakan bawha terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan peluang terjadinya PJB.
“Kalau faktor risikonya banyak sebenarnya, tapi yang lebih banyak lagi adalah tidak diketahui penyebabnya,” kata dr. Oktavia, saat ditemui di kawasan Kemanggisan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.
Salah satu faktor risiko yang paling berperan menyebabkan PJB adalah kondisi kesehatan ibu selama masa kehamilan. Beberapa penyakit yang dialami oleh ibu dapat meningkatkan risiko janin mengidap PJB.
“Kalau ibunya ada sakit seperti diabetes, autoimun, atau ibunya ada infeksi pada saat kehamilan,” tuturnya.
Adapun infeksi yang paling sering berkaitan dengan penyakit jantung bawaan adalah toksoplasma, sitomegalovirus, hingga rubella.
Kemudian faktor lainnya yang bisa meningkatkan terjadinya penyakit jantung bawaan adalah riwayat keluarga secara umum. Jika sang ibu mengidap penyakit jantung bawaan, maka janin memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama.
“Kalau dari keluarganya ada penyakit jantung bawaan, maka risiko untuk kena penyakit jantung bawaan itu bisa sekitar 1-3 persen akan ada di anaknya,” jelasnya.
Konsumsi obat-obatan tertentu selama kehamilan juga dapat menjadi faktor risiko. Beberapa obat bersifat teratogenik, yakni dapat mengganggu pembentukan organ janin, termasuk jantungnya.
BACA JUGA:
“Ada beberapa obat-obatan, teratogenik kita menyebutnya. Jadi, dai bisa menyebabkan gangguan pada saat pembentukan organ jantung,” lanjutnya.
Selain itu, kelainan kromosom juga dapat menyebabkan penyakit jantung bawaan pada bayi. Kelainan kromosom dapat mempengaruhi proses pembentukan berbagai organ tubuh, termasuk jantung, yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung bawaan.