Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Kanada akhirnya memberi lampu hijau bagi aplikasi video pendek TikTok untuk tetap beroperasi di negara tersebut. Ini membalikkan keputusan sebelumnya yang memerintahkan perusahaan itu menutup operasinya karena kekhawatiran keamanan nasional.

Menteri Industri Kanada, Mélanie Joly, pada Senin 9 Maret mengatakan bahwa unit lokal perusahaan, TikTok Technology Canada Inc., kini diizinkan beroperasi kembali dengan syarat memenuhi sejumlah komitmen hukum baru yang mengikat terkait peningkatan keamanan data pengguna.

“TikTok akan menambahkan gateway keamanan dan teknologi perlindungan privasi untuk mengontrol akses terhadap data pengguna Kanada guna mengurangi risiko akses yang tidak sah atau terlarang,” kata Joly dalam pernyataan resminya.

Keputusan ini merupakan perubahan kebijakan yang cukup drastis. Pada November 2024, pemerintahan Perdana Menteri saat itu, Justin Trudeau, memerintahkan pemilik TikTok, ByteDance, untuk menghentikan operasional anak perusahaannya di Kanada. Perintah tersebut tidak melarang penggunaan aplikasinya, tetapi akan memaksa kantor TikTok di Toronto dan Vancouver ditutup.

Namun keputusan tersebut dibekukan pada Januari 2026 setelah pemerintah mengajukan langkah hukum baru untuk meninjau ulang kebijakan tersebut. Langkah itu terjadi hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri baru Kanada, Mark Carney, melakukan kunjungan resmi ke China, kunjungan pertama seorang pemimpin Kanada ke negara tersebut dalam lebih dari delapan tahun.

Dalam kunjungan tersebut, Carney bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, dan mengumumkan kesepakatan untuk melonggarkan tarif perdagangan antara kedua negara, sebuah sinyal pemanasan kembali hubungan ekonomi yang sempat membeku.

Setelah peninjauan keamanan terbaru, pemerintah Kanada menyimpulkan TikTok dapat tetap beroperasi selama mematuhi sistem perlindungan data yang lebih ketat. Selain menambah sistem keamanan digital, perusahaan juga diwajibkan meningkatkan perlindungan bagi pengguna anak-anak.

Pemerintah Kanada juga akan menunjuk pengawas independen pihak ketiga yang bertugas melakukan audit dan verifikasi berkelanjutan terhadap kontrol akses data pengguna.

“Pengawas independen akan memastikan sistem pengendalian akses data berjalan sesuai komitmen yang disepakati,” kata Joly.

TikTok menyambut keputusan tersebut dan menyatakan akan memperkuat dukungan bagi kreator konten serta organisasi budaya di Kanada. Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap keamanan data pengguna.

Saat ini TikTok memiliki sekitar 16 juta pengguna di Kanada, atau lebih dari 35 persen populasi negara tersebut.

Di tingkat global, kepemilikan dan operasi TikTok terus menjadi sorotan pemerintah berbagai negara, terutama terkait isu keamanan data dan potensi pengaruh pemerintah China.

Sebagai bagian dari restrukturisasi bisnisnya di Amerika Serikat, TikTok pada Januari lalu juga membentuk entitas baru di AS dengan tiga investor pengelola utama, yakni perusahaan teknologi Oracle Corporation, firma investasi Silver Lake Management, serta perusahaan investasi Abu Dhabi MGX.