JAKARTA - Ledakan bisnis cip untuk kecerdasan buatan atau AI membuat Samsung Electronics dan SK hynix meraup untung besar. Tapi dari lantai pabrik, buruh mulai bertanya, siapa yang paling menikmati booming AI?
Mengutip laporan Yonhap, Rabu, 13 Mei, dua raksasa semikonduktor Korea Selatan itu mencatat laba rekor pada 2025 berkat lonjakan permintaan cip high-bandwidth memory atau HBM. Cip ini banyak dipakai dalam sistem AI dan pusat data. Gabungan laba operasional Samsung dan SK hynix mencapai 90 triliun won atau sekitar 61 miliar dolar AS.
Di Samsung, serikat pekerja menuntut bonus berbasis kinerja sebesar 15 persen dari laba operasional dan penghapusan batas pembayaran bonus. Mereka mengancam mogok selama 18 hari mulai 21 Mei jika tuntutan tidak dipenuhi.
Ancaman itu menguat setelah manajemen dan serikat gagal mencapai kesepakatan upah, meski sudah menjalani dua hari perundingan yang dimediasi pemerintah.
Samsung membukukan laba operasional 43,6 triliun won tahun lalu. Laba operasional kuartal pertama juga melonjak tajam dibanding periode sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:
Pengamat memperingatkan mogok besar di Samsung dapat mengganggu produksi semikonduktor dan memukul ekonomi Korea Selatan yang bergantung pada ekspor. Sejumlah perkiraan menyebut potensi kerugian bisa melampaui 40 triliun won.
Tekanan terhadap Samsung makin terasa karena SK hynix lebih dulu memenuhi tuntutan serikat. Tahun lalu, perusahaan itu menetapkan bonus 10 persen dari laba operasional dan menghapus batas pembayaran bonus.
Dari pabrik, isu ini merembet ke politik. Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kebijakan Kim Yong-beom mengusulkan gagasan “dividen publik”. Dana itu berasal dari kelebihan penerimaan pajak selama masa booming industri cip untuk mendukung pendanaan startup, pensiun, dan pelatihan pekerja di era AI.
“Buah dari era infrastruktur AI bukanlah hasil yang diciptakan oleh perusahaan tertentu saja ... buah itu lahir di atas fondasi yang dibangun bersama oleh seluruh rakyat selama setengah abad,” tulis Kim di Facebook.
Gagasan itu membuat investor gelisah. Saham Samsung dan SK hynix melemah pada Selasa siang karena muncul kekhawatiran atas kemungkinan intervensi pemerintah atau kenaikan pajak terhadap laba perusahaan.
Gabungan kapitalisasi pasar Samsung dan SK hynix kini mencakup sekitar 47 persen dari indeks utama Korea Selatan, KOSPI. Angka ini memperlihatkan betapa besar pengaruh sektor semikonduktor terhadap ekonomi dan pasar saham negara itu.
Oposisi bereaksi keras. Pemimpin People Power Party, Jang Dong-hyeok, menyebut gagasan itu mirip redistribusi laba ala “komunisme”. Ketua New Reform Party, Lee Jun-seok, menilai perusahaan dipaksa memikul tanggung jawab sosial di luar kewajiban pajak dan imbal hasil pemegang saham.
Menteri Tenaga Kerja Kim Young-hoon berharap kasus Samsung membuka diskusi sosial soal cara perusahaan membagi keuntungan. Isunya kini tidak lagi sebatas bonus buruh, tetapi arah ekonomi Korea Selatan di tengah ledakan AI.