JAKARTA - Kabar duka datang dari perusahan elektronik Samsung Electronics di mana pada hari Selasa, 25 Maret, co-CEO Han Jong-hee dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung.
Dilansir dari Reuters, Kepergian Han Jong-hee ini membuat Jun Young-hyun menggantikan posisinya dan bertanggung jawab penuh atas perusahaan teknologi raksasa ini dalam upaya membenahi bisnis cip yang berkinerja buruk dan menghadapi ketidakpastian perdagangan.
Han Jong-hee sendiri telah menjadi kepala eksekutif perusahaan terbesar di Korea Selatan sejak tahun 2022 dan juga bertanggung jawab atas divisi elektronik konsumen dan perangkat seluler.
Jun baru saja ditunjuk sebagai co-CEO Samsung baru minggu lalu pada rapat pemegang saham tahunan menyusul promosinya pada tahun 2024.
Samsung mengatakan dalam sebuah pengajuan di bursa saham bahwa Jun akan menjadi CEO tunggal perusahaan setelah kematian Han.
Seorang Analis yang enggan disebutkan namanya, memperkirakan kematian Han Jong-hee akan berdampak signifikan pada bisnis Samsung.
"Han adalah tokoh kunci di balik menjadikan bisnis TV Samsung berpengaruh dalam skala global," kata analis itu.
"Dengan kematiannya yang tiba-tiba mungkin ada dampak jangka panjang pada strategi bisnisnya, khususnya di bidang-bidang seperti pemasaran," sambungnya.
Beberapa minggu sebelum kematiannya, Han Jong-hee sempat dicecar oleh pemegang saham karena setelah perusahaan gagal memanfaatkan ledakan AI sehingga sahamnya tercatat sebagai salah satu saham teknologi dengan kinerja terburuk tahun lalu.
Dalam semikonduktor, Samsung memang tertinggal dari SK Hynix dalam chip HBM yang diandalkan Nvidia dan lainnya untuk unit pemrosesan grafis AI.
BACA JUGA:
"Pertama dan terutama, saya dengan tulus meminta maaf atas kinerja saham baru-baru ini yang tidak memenuhi harapan Anda. Selama setahun terakhir, perusahaan kami gagal menanggapi pasar semikonduktor AI yang berkembang pesat," kata Han.