JAKARTA – Love and Deepspace, gim berkonsep otome buatan China, menjadi sangat populer dalam waktu singkat. Hanya dalam waktu dua tahun, gim ini berhasil mengumpulkan 80 juta pemain.
Gim kencan yang menargetkan audiens wanita ini menjadi sorotan karena memicu tren baru. Banyak pemain wanita yang rela menghabiskan jutaan uang hanya untuk menjalin hubungan virtual dengan karakter di dalam gim tersebut.
Hal ini dirasakan oleh Zhou, seorang pegawai negeri sipil (PNS) berusia 33 tahun asal China. Melansir dari Reuters, Zhou merasa kebutuhan emosionalnya terpenuhi oleh karakter bernama Rafayel atau Qi Yu dalam versi China.
Zhou diketahui telah menghabiskan lebih dari 10.000 yuan atau sekitar Rp24,3 juta hanya untuk membuka berbagai fitur eksklusif. Uang tersebut digunakan untuk mengakses alur cerita terbatas yang memperdalam hubungannya dengan sang karakter.
Bagi Zhou, Kehadiran Rafayel di gim Love and Deepspace ini membuat dirinya tidak merasa terburu-buru dalam mencari pasangan hidup. Zhou mengaku nyaman memiliki kendali penuh dalam hubungan digital tersebut.
Sistem permainan yang fleksibel ini membuat Zhou dapat berinteraksi dengan kekasih virtualnya hanya saat ia membutuhkannya. Gaya hidup ini dianggap jauh lebih praktis dan minim risiko emosional dibandingkan hubungan nyata pada umumnya.
BACA JUGA:
Pada Januari lalu, Zhou mengatakan bahwa ia pergi ke Shanghai hanya untuk menghadiri acara resmi yang diadakan oleh pengembang Love and Deepspace, yakni Papergames. Zhou Hadir dengan gaun berpayet merah muda untuk bertemu cosplayer Rafayel.
Melihat besarnya tekad Zhou, tidak mengherankan jika gim otome ini berhasil meraup pendapatan global hingga 825 juta dolar AS (Rp 13,8 triliun) sejak dirilis. Gim ini cukup populer juga di Indonesia, tetapi pasar terbesar Love and Deepspace adalah China.
Negara tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total pendapatan global. Penggemar lain, Evina Li, juga setia memainkan permainan video ini meski dirinya sudah memiliki kekasih di dunia nyata. Li mengaku telah menghabiskan uang sekitar 8.000 yuan atau sekitar Rp19,4 juta.
"Game ini mengimbangi kekurangan tertentu dalam interaksi kehidupan nyata antara pria dan wanita," kata Li, dikutip pada Kamis, 12 Februari.