Bagikan:

JAKARTA - Dunia teknologi kembali dibuat heboh. Kali ini bukan karena robot atau mobil terbang, melainkan karena sebuah AI baru yang dianggap terlalu pintar.Perusahaan internet besar Cloudflare mengungkap mereka sedang mencoba AI bernama Mythos Preview. Awalnya AI itu dipakai untuk membantu mencari kelemahan keamanan komputer.Namun hasilnya justru bikin banyak orang kaget.

AI tersebut ternyata bukan cuma bisa menemukan masalah kecil di sebuah sistem komputer. Ia juga bisa mencari cara menggabungkan masalah-masalah kecil itu menjadi “jalan masuk” untuk menyerang sistem.

Kalau diibaratkan rumah, AI ini bukan cuma tahu ada jendela yang lupa ditutup. Tapi juga tahu pagar belakang rusak, pintu gudang tidak terkunci, lalu menyusun semuanya menjadi cara masuk ke rumah.Yang bikin lebih menyeramkan, AI itu bisa mencoba sendiri apakah caranya berhasil atau tidak.

Cloudflare mengatakan kemampuan AI sekarang berkembang sangat cepat. Bahkan beberapa AI mulai berpikir seperti ahli keamanan komputer sungguhan.

“Ini bukan lagi alat biasa,” tulis Cloudflare dalam laporannya.

Biasanya, mencari celah keamanan komputer dilakukan manusia dan bisa memakan waktu lama. Tapi AI baru ini mampu bekerja jauh lebih cepat. AI juga bisa terus mencoba ketika gagal. Jika cara pertama tidak berhasil, ia akan mencari cara lain lagi. Mirip anak kecil yang terus mencoba membuka kunci sampai berhasil.Meski begitu, AI ini juga belum sempurna.

Kadang AI mengira ada masalah padahal sebenarnya tidak ada. Akibatnya manusia masih harus memeriksa hasil kerja AI satu per satu.Hal lain yang membuat peneliti bingung adalah sikap AI yang kadang berubah-ubah.

Dalam satu percobaan, AI menolak membantu mencari kelemahan sistem. Tapi setelah sedikit perubahan kecil dilakukan, AI tiba-tiba mau membantu melakukan hal yang sama.Karena itu, para ahli mulai khawatir AI seperti ini bisa dipakai orang jahat di masa depan.

Cloudflare memperingatkan dunia kini memasuki era baru perang digital. Jika dulu hacker membutuhkan waktu lama mencari celah keamanan, sekarang AI bisa membantu mempercepat semuanya.Perusahaan-perusahaan teknologi pun mulai berlomba memperkuat keamanan mereka sebelum diserang.

Yang paling penting, ancaman ini bukan cuma untuk perusahaan besar di Amerika atau Eropa. Negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, juga bisa terkena dampaknya karena makin banyak aktivitas masyarakat yang dilakukan secara online.Mulai dari belanja, bank, sekolah, sampai data pribadi kini tersimpan di internet.Artinya, kalau keamanan digital lemah, risikonya juga makin besar.