Bagikan:

JAKARTA – NASA mengungkapkan aktivitas Matahari yang menguat baru-baru ini. Pada 1 Desember 2025 sekitar pukul 9.49 WIB, matahari dilaporkan melepaskan radiasi dan energi yang cukup besar. 

Semburan tersebut diklasifikasikan sebagai suar X1.9. Berdasarkan klasifikasinya, kelas X merupakan suar dengan ledakan energi paling intens. Sementara itu, angka setelah X memberikan informasi mengenai kekuatan dari semburannya.

Meski tergolong kuat, semburan ini masih lebih rendah dari temuan sebelumnya. Pada 11 November lalu, NASA mengumumkan letusan suar matahari yang mencapai klasifikasi X5.1. Ini merupakan letusan terkuat yang terjadi di sepanjang tahun 2025. 

Suar ini diketahui berasal dari bintik matahari aktif bernama AR4274. Wilayah AR4274 pun menunjukkan peningkatan aktivitas selama beberapa waktu. Wilayah ini sebelumnya menghasilkan suar matahari X1.7 pada 9 November dan X1.2 pada 10 November.

Letusan X5.1 yang sangat kuat itu diketahui memberikan dampak besar, bahkan merugikan masyarakat di wilayah Afrika dan Eropa. Laporan menyebutkan bahwa ledakan ini memicu pemadaman radio yang kuat hingga masuk ke kategori tingkat R3.

Secara spesifik, suar ini mengganggu komunikasi radio frekuensi tinggi di sisi Bumi yang sedang disinari matahari saat letusan terjadi. Hal ini disebabkan oleh gelombang sinar-X dan radiasi ultraviolet ekstrem yang dilepaskan ke Bumi.

Letusan ini pun disertai dengan Lontaran Massa Koronal (CME) yang bergerak cepat menuju Bumi. Untuk saat ini, belum ada laporan mengenai dampak letusan energi matahari terbaru. Namun, aktivitasnya akan terus dipantau.