Bagikan:

JAKARTA – Matahari kembali melepaskan semburan yang cukup kuat. Berdasarkan pantauan NASA, suar ini masuk ke dalam kategori tinggi dengan klasifikasi X pada Senin, 8 Desember 2025.

Ini merupakan semburan terkuat kedua yang Matahari keluarkan dalam sepuluh hari terakhir. Meski tidak sekuat semburan sebelumnya, letusan kali ini tetap menjadi perhatian NASA agar para peneliti bisa mendeteksi jika suarnya mencapai titik tertinggi.

Peristiwa ini berhasil ditangkap dan diamati secara terus-menerus oleh Observatorium Dinamika Surya (SDO) milik NASA. Semburan suar terbaru mencapai puncaknya pada pukul 12:01 dini hari waktu setempat menurut laporan lembaga AS tersebut.

Suar kali ini diklasifikasikan sebagai suar X1.1. Kelas X adalah kategori yang menunjukkan suar Matahari paling kuat, sedangkan angka di belakangnya memberikan detail lebih lanjut mengenai intensitas letusannya.

Sebelumnya, pada akhir November, Matahari juga memancarkan suar yang kuat pada pukul 9.49 malam waktu Timur. Berdasarkan waktu di Indonesia, puncak letusan Matahari yang kuat terdeteksi pada 1 Desemer pukul 9.49 WIB.

Suar ini diklasifikasikan sebagai suar X1.9. Kedua kejadian ini menunjukkan peningkatan aktivitas Matahari yang perlu diwaspadai. Pasalnya, dampak dari letusan Matahari dapat mengganggu komunikasi radio, jaringan listrik, dan sinyal navigasi di Bumi.

Selain itu, semburan energi ini juga menimbulkan risiko keamanan bagi wahana antariksa dan astronot yang berada di luar angkasa. Oleh karena itu, pemantauan ketat sangat penting dilakukan.