Bagikan:

JAKARTA – Observatorium Dinamika Matahari NASA menangkap dua ledakan suar matahari yang kuat secara beruntun baru-baru ini. Kedua ledakan suar tersebut diklasifikasikan ke dalam kategori X.

Berdasarkan laporan yang NASA rilis, ledakan pertama muncul pada 24 April sekitar pukul 08.07 WIB, sedangkan ledakan kedua terjadi pada sore harinya sekitar pukul 15.13 WIB.

Suar pertama dikategorikan X2.4, sementara ledakan kedua memiliki kekuatan yang sedikit lebih tinggi, yakni X2.5. Klasifikasi huruf pada kelas ini menunjukkan bahwa ini merupakan suar terkuat yang dihasilkan Matahari.

Matahari memiliki lima kategori suar, di mana kelas A merupakan kelas terlemah dan kelas X adalah yang paling berbahaya. Berbeda dengan kelas C atau M yang berdampak ringan, kelas X dapat memicu gangguan ekstrem pada teknologi antariksa.

NASA terus memantau ledakan suar tersebut karena dampaknya yang sangat besar bagi teknologi di Bumi. Semakin besar suar yang dihasilkan, gangguan teknologi yang terjadi akan mencakup komunikasi radio, jaringan listrik, hingga sinyal navigasi GPS.

Selain berdampak pada Bumi, radiasi dari suar matahari ini juga menimbulkan risiko serius bagi pesawat ruang angkasa. Para astronot yang sedang bertugas di orbit juga perlu mendapatkan pemantauan ketat agar terhindar dari paparan radiasi.

NASA tidak menyatakan apakah suar yang terdeteksi kali ini memberikan gangguan yang ekstrem. Namun, lembaga antariksa tersebut memastikan bahwa mereka akan terus mengamati perkembangan suar tersebut menggunakan teknologi pemantauan tercanggih.