Bagikan:

JAKARTA – Apple membuat sejarah baru pada 28 Oktober 2025. Perusahaan tersebut berhasil mencapai nilai pasar sebesar 4 triliun dolar AS (Rp66.287 triliun) untuk pertama kalinya. 

Sejarah ini membuat Apple menjadi perusahaan Big Tech ketiga yang mencapai prestasi tersebut. Meski nilainya merupakan rekor terbaru, saham Apple dikabarkan turun tipis dengan kenaikan 0,1 persen saat mengakhiri hari. 

Nilai penutupan perusahaan berada di angka 3,992 triliun dolar AS atau sekitar Rp66,151 triliun. Menurut analis, kenaikan saham Apple didorong oleh permintaan yang kuat terhadap model iPhone terbarunya. 

Sejak perangkat diluncurkan pada 9 September 2025 secara global, saham perusahaan dilaporkan melonjak hingga 13 persen. Peluncuran ini membuat saham kembali ke arah yang positif untuk pertama kalinya di tahun ini. 

"iPhone menyumbang lebih dari separuh laba dan pendapatan Apple," kata Kepala Investasi Northlight Asset Management Analis Chris Zaccarelli, melansir dari Reuters pada Rabu, 29 Oktober. 

Sebelumnya, saham Apple sempat mengalami kesulitan karena persaingan yang ketat di China. Selain itu, ketidakpastian akan tarif AS yang tinggi juga membuat saham Apple tidak stabil. 

Namun, setelah perusahaan memperkenalkan jajaran iPhone terbarunya, termasuk iPhone Air dan iPhone 17 Pro, Apple berhasil mempertahankan posisinya. Mereka juga berhasil menarik kembali pelanggan dari berbagai pasar global.

Pencapaian 4 triliun dolar AS ini menempatkan Apple di belakang raksasa teknologi lainnya, yaitu NVIDIA dan Microsoft. NVIDIA saat ini memimpin dengan nilai pasar yang hampir mencapai 5 triliun dolar AS (Rp82.980 kuadriliun).