Bagikan:

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan drone dengan desain bilah yang inovatif untuk para petani. Drone ini dirancang secara khusus untuk menyemprot tanaman bawang merah. 

Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi alternatif agar petani bisa menyiram dan melakukan pemupukan secara efisien tanpa merusak tanaman. BRIN mengungkapkan bahwa teknologi ini dikembangkan karena kebutuhan di Kawasan Food Estate Humbang Hasundutan. 

"Ketika diuji di lahan bawang merah, sapuan angin dari drone konvensional terlalu kuat dan berpotensi merusak daun bawang yang rapuh," ungkap Lidia Kristina Panjaitan, Peneliti Pusat Riset Hortikultura BRIN, dikutip pada Rabu, 29 Oktober. 

Setelah menyadari bahwa drone yang mereka gunakan dapat merusak tanaman, tim Lidia pun mulai merancang desain bilah yang lebih aman. Dalam riset bertahap sejak 2022, tim berhasil mengembangkan desain bilah berbasis airfoil NACA 4415. 

Desain ini menggunakan konfigurasi hexa-rotor dengan 8 bilah per propeller. Desain tersebut dapat menghasilkan sapuan udara yang lembut, tetapi tetap memiliki daya angkat yang cukup besar, yakni hingga 10 liter.

"Secara simulasi dan uji lapangan, desain ini mampu menghasilkan sapuan angin yang lebih merata, mengurangi efek tekanan udara ke bawah, dan aman untuk tanaman bawang merah," ungkap Lidia. 

BRIN menetapkan ketinggian terbang paling aman pada jarak dua meter di atas tanaman. Dibandingkan metode manual yang memakan waktu dua hingga tiga hari untuk satu hektare lahan, drone sprayer buatan BRIN terbukti sangat efisien. 

Penggunaan drone ini dapat menyelesaikan penyiraman lahan seluas satu hektare hanya dalam waktu 10 menit. Drone ini mampu menjangkau dua hingga tiga hektare lahan dalam satu kali pengisian cairan penyemprot. 

Drone dengan desain bilah ini telah memperoleh paten pada Oktober lalu. Untuk meningkatkan fungsi drone-nya, BRIN berencana merancang nozzle dan sistem penyemprotan yang sesuai dengan kekentalan pupuk organik cair yang dikembangkan oleh Kelompok Riset Biofertilizer BRIN.