JAKARTA –Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengerahkan tim Task Force Supporting Penanggulangan Bencana ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Aceh serta Sumatra. Selain personel, BRIN juga menyalurkan dukungan teknologi untuk mempercepat proses identifikasi kerusakan dan pemulihan.
Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa bantuan diberikan sejak hari pertama bencana melanda. Ia menegaskan bahwa BRIN langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pemanfaatan data citra satelit. Data ini digunakan untuk memetakan area terdampak, menghitung potensi risiko lanjutan, dan membantu pengambilan keputusan cepat di lapangan.
"Hari ini kita tidak hanya memetakan lokasi banjir, tetapi juga menunjukkan solidaritas sivitas BRIN untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatra," ujar Arif di acara pelepasan Task Force dan pengiriman bantuan BRIN Peduli pada Senin, 8 Desember.
Dari rangkaian teknologi yang dihadirkan di lokasi bencana, salah satu yang penting menurut BRIN adalah Arsinum. Ini merupakan alat khusus yang dapat mengolah air kotor menjadi air siap minum. Teknologi ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis air bersih.
BACA JUGA:
Selain itu, BRIN juga mengerahkan drone berteknologi canggih. Drone tersebut mampu mendeteksi objek hingga 100 meter di bawah permukaan tanah. Teknologi ini dikerahkan untuk membantu proses evaluasi dan mempercepat pemetaan wilayah.
Sementara itu, Ketua Task Force, Joko Widodo, mengatakan bahwa timnya akan terus memanfaatkan data keantariksaan. Tim analisis data citra satelit bekerja setiap hari untuk memperbarui informasi mengenai kondisi daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor.
Data satelit ini sangat penting untuk menentukan jalur distribusi bantuan logistik secara efisien. Selain itu, data tersebut akan digunakan untuk memetakan area yang berpotensi mengalami bencana susulan sehingga pemerintah bisa memberikan respons yang lebih terukur.