Bagikan:

JAKARTA – Meta terus meningkatkan kemampuan model Kecerdasan Buatan (AI) mereka untuk mencapai superintelligence atau kecerdasan super. CEO Meta Mark Zuckerberg pun tampak optimis dengan visi ini. 

Zuckerberg, dalam sebuah surat tertulis, menyatakan bahwa Meta berhasil meningkatkan sistem AI-nya. Meski masih berjalan dengan lambat, Zuckerberg percaya bahwa perusahaannya mampu mencapai teknologi super tersebut. 

"Selama beberapa bulan terakhir, kita mulai melihat sekilas peningkatan sistem AI kita. Peningkatannya memang lambat untuk saat ini, tetapi tak terbantahkan. Pengembangan kecerdasan super kini sudah di depan mata," kata Zuckerberg, dikutip pada Kamis, 31 Juli. 

Zuckerberg pun memprediksi bahwa AI akan menyempurnakan semua sistem yang sudah ada di dunia. Bahkan, AI dengan kemampuan yang melebihi manusia ini dinilai dapat menciptakan sesuatu yang tidak terbayangkan di masa depan. 

"Kecerdasan super berpotensi memulai era baru pemberdayaan pribadi di mana manusia akan memiliki agensi yang lebih besar untuk memperbaiki dunia ke arah yang mereka pilih," jelas Zuckerberg. "Saya sangat optimistis bahwa kecerdasan super akan membantu umat manusia."

Sejalan dengan pembuatan kecerdasan super ini, Meta berkomitmen untuk menyediakan akses tersebut ke seluruh individu. Tidak seperti pandangan pihak lain, Meta percaya bahwa teknologi ini tidak harus diarahkan secara terpusat untuk membantu manusia mencapai tujuan.

"Persinggungan antara teknologi dan cara hidup manusia menjadi fokus Meta, dan ini akan menjadi semakin penting di masa mendatang," ungkap Zuckerberg. "Kami percaya manfaat superintelijen harus dibagikan kepada dunia seluas-luasnya."

Meta menyadari bahwa kecerdasan super akan menimbulkan kekhawatiran baru tentang keamanan. Oleh karena itu, Meta berkomitmen untuk memitigasi risiko dengan cermat dan berhati-hati dalam memilih sumber terbuka.