JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan bahwa mereka tengah mengembangkan aplikasi pengelola sampah. Aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan proses pembuangan.
Melalui Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan (PREMK), BRIN menyatakan bahwa aplikasi ini dikembangkan dengan prinsip green circular economy. Selain menjadi alat pemberdayaan berbasis data, aplikasi ini dibuat untuk menghubungkan ekosistem pengelolaan.
Dengan begitu, baik rumah tangga, pengelola TPS3R, bank sampah, bahkan hingga pelaku usaha yang memanfaatkan sampah dapat lebih terhubung. Pembuatan aplikasi seperti ini diyakini dapat menciptakan nilai tambah dari limbah organik.
"Kami ingin mendorong keterhubungan antara seluruh aktor dalam ekosistem pengelolaan sampah ... melalui satu platform digital yang inklusif dan mudah digunakan,” kata Periset PREMK BRIN Ratna Ayu Saptati di Workshop dan Forum Group Discussion (FGD) Model Pengelolaan Sampah Organik, dikutip pada Kamis, 31 Juli.
Salah satu wilayah yang dinilai membutuhkan aplikasi pengelolaan sampah adalah Magelang. Saat ini, kabupaten tersebut memiliki 31 TPS3R, tetapi tidak semua tempat memiliki sistem pelaporan dan monitoring yang baik.
Padahal, TPS3R perlu memiliki dashboard atau sistem informasi yang dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan. Dengan mengembangkan aplikasi pengelolaan sampah yang terintegrasi, tantangan pengelolaan dari hulu ke hilir dinilai dapat teratasi.
BACA JUGA:
Dalam forum tersebut, Praktisi Waste & Wishes Indonesia Melchior Raka Daksattama sepakat bahwa teknologi pengelolaan ini dibutuhkan. Namun, ekosistem digital ini perlu dibangun dengan memperhatikan kejelasan insentif, alur logistik, dan dukungan komunitas.
Pasalnya, tantangan adopsi teknologi masih dihadapi hingga saat ini, khususnya di berbagai wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau internet. Harapannya, aplikasi bermanfaat ini dapat memiliki antarmuka yang sederhana dengan fitur pelaporan yang mudah digunakan.
"Aplikasi yang dikembangkan ini (memiliki) interface yang cukup sederhana dan ramah pengguna, ini merupakan awal yang baik. Ke depannya, perlu adanya kerjasama berbagai pihak agar aplikasi dan kegiatan ini dapat berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Raka.