JAKARTA - Meta dikabarkan bakal kembali memamerkan ambisinya di dunia augmented reality (AR) lewat peluncuran kacamata pintar generasi terbaru pada ajang tahunan Meta Connect yang digelar Rabu 17 September di markas besar perusahaan di Menlo Park, California. CEO Mark Zuckerberg dijadwalkan memperkenalkan produk anyar yang disebut-sebut sebagai kacamata pintar pertama Meta dengan layar bawaan.
Perangkat yang secara internal diberi nama sandi “Hypernova” itu diperkirakan akan dipasarkan dengan nama “Celeste”, menurut analis, dengan harga sekitar 800 dolar AS atau setara Rp12 jutaan. Kacamata ini akan dilengkapi layar digital kecil di lensa kanan yang dapat menampilkan fungsi dasar seperti notifikasi.
Meski demikian, para pengamat menilai banderol harga yang jauh lebih mahal dibanding lini kacamata Ray-Ban (mulai 299 dolar) dan Oakley (399 dolar) berpotensi membuat penjualannya terbatas. “Produk ini kemungkinan hanya akan terjual ratusan ribu unit saja. Namun, keberadaannya bisa menarik lebih banyak developer untuk membangun aplikasi,” ujar Jitesh Ubrani, manajer riset IDC.
BACA JUGA:
Selain kacamata Celeste, Meta juga diperkirakan memperkenalkan wristband baru yang memungkinkan pengguna mengontrol perangkat dengan gestur tangan, serta pembaruan pada lini kacamata Ray-Ban dengan kamera lebih baik, baterai lebih awet, dan fitur AI terbaru.
Meta sejauh ini menjadi salah satu perusahaan teknologi besar yang relatif berhasil menarik minat konsumen di segmen kacamata pintar, dengan penjualan sekitar dua juta unit Ray-Ban sejak 2023. Namun, divisi AR perusahaan ini masih mencatatkan kerugian miliaran dolar.
Zuckerberg sendiri telah menginvestasikan lebih dari 60 miliar dolar sejak 2020 untuk mendorong pengembangan AR, dengan visi bahwa kacamata pintar akan menjadi pintu utama integrasi kecerdasan buatan super (superintelligence) ke dalam kehidupan manusia sehari-hari.
Di tengah gempuran kritik atas isu keamanan anak di platform sosial media miliknya, Meta juga membuka akses bagi pengembang pihak ketiga melalui software kit baru demi memperkuat ekosistem kacamata pintarnya.
Menariknya, CNBC melaporkan kemungkinan adanya kolaborasi dengan brand mewah Prada, yang dikenal dengan desain bingkai tebal dan lengan kacamata besar—cukup ideal untuk menyimpan komponen canggih di dalamnya. Namun, hingga kini Prada belum memberikan komentar resmi.
Dengan peluncuran ini, Meta berharap bisa tetap relevan dalam persaingan AI melawan raksasa lain seperti Google dan OpenAI, meskipun adopsi massal diprediksi masih akan lama terwujud.