JAKARTA - Samsung seolah-olah sedang bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada salah satu ciri khas yang paling ikonik dari perangkat Galaxy-nya — S Pen. Dalam beberapa bulan terakhir, serangkaian keputusan yang diambil oleh raksasa teknologi asal Korea Selatan ini menunjukkan bahwa S Pen tidak lagi menjadi prioritas utama, bahkan seolah hanya menjadi fitur pelengkap yang suatu saat bisa saja ditinggalkan sepenuhnya.
Bagi pengguna kasual, S Pen tampak masih hidup dan sehat. Galaxy S25 Ultra, generasi keempat dari lini penerus Galaxy Note, tetap menyertakan stylus ini langsung di bodinya. Galaxy Tab S11 yang akan datang juga dipastikan mendukung S Pen, dan Samsung bahkan sempat menyatakan akan mempertimbangkan kembali kehadiran digitizer untuk Galaxy Z Fold generasi berikutnya. Namun, kenyataan di balik layar tidak secerah itu.
Tahun 2025 ternyata bukan tahun yang baik bagi para penggemar S Pen. Awal tahun ini, peluncuran Galaxy S25 Ultra membawa kabar mengejutkan: S Pen versi terbaru tidak lagi memiliki konektivitas Bluetooth. Artinya, fitur-fitur canggih seperti Air Command dan kontrol jarak jauh hilang begitu saja.
Samsung berdalih bahwa kurang dari 1% pengguna benar-benar menggunakan fitur tersebut. Namun, bagi sebagian pengguna setia — terutama mereka yang selama bertahun-tahun bertahan di ekosistem Galaxy karena keberadaan S Pen — keputusan ini terasa seperti pengkhianatan.
Lebih mengecewakan lagi, rumor yang sempat menyebutkan bahwa S Pen versi Bluetooth akan tersedia sebagai aksesori tambahan ternyata tidak terbukti. Sejak Galaxy S25 Ultra, S Pen yang selama ini dikenal penuh fitur berubah menjadi stylus pasif biasa.
Galaxy Z Fold 7: Tak Lagi Ramah S Pen
Jika Galaxy S25 Ultra membuat S Pen kehilangan fungsionalitas, Galaxy Z Fold 7 justru menghilangkannya sama sekali. Dalam upaya menipiskan desain dan membuat perangkat lebih portabel, Samsung mengorbankan digitizer internal demi menghemat 0,6mm ketebalan bodi. Akibatnya, tidak ada dukungan untuk S Pen pada Fold 7.
Langkah ini memicu kekecewaan besar di kalangan pengguna yang selama ini menjadikan Fold sebagai perangkat kerja utama mereka. Memang Samsung belum menutup kemungkinan kembalinya S Pen pada Fold 8, namun laporan awal justru menyebut bahwa tahun depan pun hal ini masih belum masuk rencana.
Kebocoran gambar awal Galaxy Tab S11 Ultra juga menimbulkan kekhawatiran. Selain notch yang lebih kecil dan kamera depan tunggal, perangkat ini tampaknya tidak memiliki tempat dock magnetik untuk mengisi daya S Pen seperti pendahulunya.
Meskipun belum dapat dipastikan, banyak yang berspekulasi bahwa Samsung akan menyelaraskan seluruh lini S Pen-nya tanpa dukungan Bluetooth. Jika benar, maka fitur-fitur canggih yang hilang di S25 Ultra juga akan absen dari tablet terbaru ini.
S Pen dalam Kondisi “Stagnan”
Dari seluruh langkah yang diambil Samsung sepanjang tahun ini, satu hal menjadi jelas: S Pen tidak lagi menjadi prioritas. Meski kecil kemungkinannya Samsung benar-benar menghilangkan stylus ini dari semua perangkat, evolusinya tampak terhenti. Tidak ada inovasi besar, tidak ada fitur baru. Bahkan sebaliknya — fungsionalitas justru dikurangi.
BACA JUGA:
Ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengguna yang selama ini menganggap S Pen sebagai alasan utama bertahan di ekosistem Galaxy. Seperti komentar seorang pengguna bernama Rebecca Raven yang mengatakan: “Tanpa S Pen, saya bebas dari ekosistem Galaxy. Saya bisa memilih perangkat lain yang sama bagusnya, bahkan dengan harga lebih murah.”
Samsung adalah perusahaan yang mudah teralihkan perhatiannya oleh tren teknologi terbaru — seperti perangkat yang lebih tipis, ringan, dan fokus pada AI. Namun, jika tren tersebut membuat mereka mengorbankan basis pengguna loyal yang sudah mendukung sejak era Galaxy Note, apakah itu benar-benar keputusan bijak?
Bagi para pecinta S Pen, inilah saatnya untuk bersuara. Desak Samsung agar menghadirkan kembali versi Bluetooth S Pen, meski dengan biaya tambahan. Tekan mereka untuk menghadirkan foldable dengan digitizer tanpa harus mengorbankan desain tipis. Dan yang terpenting, dorong inovasi software yang membuat S Pen kembali terasa esensial, bukan sekadar warisan masa lalu.
Jika tidak, langkah-langkah tahun 2025 ini bisa jadi bukan sekadar “penyesuaian strategi,” tapi awal dari akhir perlahan bagi S Pen — stylus yang pernah menjadi kebanggaan Galaxy.