JAKARTA – Indonesia merupakan negara terbesar ketiga yang menggunakan Canva, platform desain populer asal Perth, Australia. Hal ini diungkapkan oleh SEA Regional Lead Canva, Yani Hornilla Donato.
Selain menempati posisi ketiga di dunia, Indonesia juga menjadi pasar terbesar bagi Canva di wilayah Asia. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan desain yang sederhana dan efisien sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
"Tahun lalu, komunitas Indonesia membuat lebih dari satu juta desain di Canva. Itu adalah refleksi bagaimana kreativitas dapat berkembang di sini (Indonesia), dari kelas dan kampus, ke bisnis kecil, hingga ke startup," jelas Yani di acara penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dengan Kementerian Ekonomi Kreatif pada Senin, 28 Juli.
Melihat hal ini, Canva berkomitmen untuk memperluas skalanya di Indonesia. Sejak memasuki pasar pada tahun 2017, sekitar 84.000 edukator dan 5,5 juta pelajar telah menciptakan lebih dari 148 juta desain di platform pengeditan tersebut.
BACA JUGA:
"270 juta orang Indonesia menciptakan lebih dari 10.000 desain setiap bulannya," ungkap Yani. "Kami bangga memiliki lebih dari 240 juta pengguna aktif sebulan di 190 negara yang bersama-sama telah menciptakan 35 juta desain."
Melihat tingkat penggunaan ini, Canva menegaskan komitmennya untuk menyediakan alat yang lebih bermanfaat untuk para penggunanya, khususnya di Indonesia. Harapannya, platform tersebut dapat ikut mendukung transformasi digital di Indonesia.
"(kami) menunjukkan visi berbagi untuk memberikan manfaat ke lebih banyak orang Indonesia dengan alat-alat, kemampuan, dan kompetensi yang diperlukan untuk berhasil di dunia visual dan digital hari ini," ujar Yani.