Bagikan:

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Korea Institute of Science and Technology Information (KISTI) dalam membangun High Performance Computing (HPC) di ASEAN.

Kedua lembaga tersebut fokus pada pembangunan infrastrukturnya dan peningkatan kapasitasnya. Kolaborasi ini didukung oleh Pemerintah Republik Korea melalui Korea-ASEAN Cooperation Fund (AKCF) untuk mendukung pemanfaatan data.

Dalam menjalankan proyek ini, BRIN menjadi tuan rumah untuk pertemuan pertama bertajuk Project Steering Committee (PSC) ASEAN HPC. Pertemuan ini digelar pada 10 Juli lalu dan fokus pada perencanaan implementasi serta pengelolaan HPC.

"Untuk mendukung rencana pembangunan infrastruktur dan kapasitas HPC, kami telah melaksanakan pertemuan untuk membahas lingkup kerja sama serta penandatanganan kesepahaman antara BRIN dan KISTI," kata Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN Budi Prawara.

Budi menekankan bahwa dukungan Pemerintah Korea dan peran BRIN sebagai tuan rumah sangat penting dalam kemitraan ini. Harapannya, inisiatif ini dapat menjadi wadah pemanfaatan data untuk seluruh negara yang ada di ASEAN.

Sejauh ini, baik BRIN maupun KISTI telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah menyediakan sistem pendingin daya khusus dan konektivitas jaringan untuk memastikan operasional HPC tetap optimal.

"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya akan berkontribusi untuk mengatasi tantangan nasional, seperti bencana alam, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjadikan ASEAN sebagai kekuatan ekonomi terdepan di dunia," ungkap Budi.

Sistem HPC yang akan dibangun Indonesia dan Korea nantinya memiliki 3.5 petaFLOPS dengan 896 inti CPU dan 56 GPU. Setiap node dilengkapi 1.024 GB DDR5 RAM dan penyimpanan lokal 1,9 TB.

Interkoneksi sistemnya pun mencapai kecepatan 400 Gbps dan mendukung jaringan layanan 10 GbE. Untuk penyimpanannya, sistem sudah mencakup total kapasitas 3 petabyte.