JAKARTA – Para astronom mengaku khawatir dengan peluncuran Starlink secara masif. Oleh karena itu, mereka mendesak pihak yang berwenang agar pengamatan antariksa mereka tidak terganggu.
Desakan ini diajukan oleh para astronom di Afrika Selatan yang bekerja dengan teleskop Square Kilometre Array (SKA), teleskop radio terbesar yang di dunia yang dikelola oleh aliansi global SKAO. Menurut mereka, Starlink dapat mengganggu jalannya pengamatan.
Kekhawatirannya ini tak hanya berlaku pada teleskop radio yang berada di Afrika Selatan, tetapi juga di Australia. Ada kemungkinan hasil pengamatan mereka terganggu karena ribuan satelit Starlink yang berada di Orbit Rendah Bumi (LEO).
Hasil pengamatan para astronom dapat mengalami distorsi karena teleskop radio cukup sensitif. Federico Di Vruno, Wakil Ketua Pusat Persatuan Astronomi Internasional, pun menjelaskan bagaimana Starlink dapat mengganggu pengamatan mereka.
BACA JUGA:
"Ini akan seperti menyorotkan lampu sorot ke mata seseorang, membutakan kita terhadap sinyal radio samar dari berbagai benda langit," kata Vruno kepada Reuters, dikutip pada Rabu, 4 Juni.
Vruno mengatakan bahwa Observatorium SKA dan Observatorium Radio Astronomi Afrika Selatan (SARAO) tengah mengajukan lisensi kepada pihak yang berwenang. Lisensi ini diperlukan untuk mengurangi dampak pengamatan dalam rentang frekuensi tertentu.
Jika lisensi ini berhasil diperoleh, SpaceX perlu mengarahkan pancaran satelit Starlink menjauh dari penerima SKA. Bahkan, perusahaan antariksa milik Elon Musk itu dapat diminta menghentikan transmisi selama beberapa detik untuk meminimalkan gangguan.