Bagikan:

JAKARTA – Victoria's Secret mengumumkan bahwa sebuah insiden keamanan yang terkait dengan sistem teknologi informasinya menyebabkan penutupan sementara situs web perusahaan selama beberapa hari pada pekan lalu.

Perusahaan mengatakan mereka menutup sistem korporat dan situs e-commerce pada tanggal 26 Mei dan langsung menerapkan protokol respons untuk mengendalikan dan mencegah akses jaringan yang tidak sah. Situs web Victoria's Secret berhasil dipulihkan pada tanggal 29 Mei.

Meskipun insiden tersebut tidak memengaruhi hasil keuangan kuartal pertama maupun operasi utama perusahaan secara signifikan, Victoria's Secret memperkirakan biaya tambahan akibat insiden ini dapat berdampak pada kuartal kedua. Namun, mereka tetap optimistis bahwa penjualan kuartal pertama serta laba per saham yang disesuaikan akan memenuhi atau melampaui perkiraan tertinggi yang telah diumumkan sebelumnya.

Victoria's Secret menunda pengumuman hasil keuangan kuartal pertama yang semula dijadwalkan pada 5 Juni, dengan alasan proses pemulihan situs web menghambat akses karyawan ke sistem dan informasi yang diperlukan untuk pelaporan tersebut.

Insiden siber ini terjadi menyusul serangkaian kejadian serupa yang menimpa merek-merek fashion dan ritel lainnya, termasuk Cartier yang dimiliki Richemont serta Marks & Spencer. Cartier bahkan mengonfirmasi bahwa situsnya diretas dan data pelanggan ada yang dicuri.

Victoria's Secret juga menyampaikan bahwa insiden ini sempat mengganggu beberapa fungsi di toko-toko Victoria's Secret dan PINK, namun saat ini semua layanan sudah kembali pulih. Saham perusahaan justru mengalami kenaikan sekitar 2% pada perdagangan awal Selasa.