Bagikan:

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membuka peluang kerja sama dengan Telkomsat, anak perusahaan Telkom Indonesia, untuk memperkuat operasional satelit yang berada di Orbit Rendah Bumi (LEO).

Kerja sama ini diharapkan akan mencakup pengembangan sumber daya manusia, alih teknologi, hingga hilirisasi infrastruktur satelit. BRIN saat ini sedang fokus mengembangkan satelit optik Nusantara Earth Observation (NEO-1) yang dapat menghasilkan citra beresolusi tinggi.

Selain satelit optik, BRIN juga akan fokus pada pengembangan satelit berbasis radar serta sistem komunikasi. Telkomsat dinilai sebagai mitra yang tepat dalam membantu mereka mengintegrasikan data dan menguatkan infrastruktur antariksa tersebut.

“Pengembangan perangkat lunak menjadi fondasi penting dalam sistem kendali satelit demi mendukung kemandirian teknologi nasional,” ujar Peneliti Ahli Muda BRIN, Satriya Utama, dikutip pada Selasa, 5 Mei.

Satriya menjelaskan bahwa satelit LEO memiliki karakteristik bergerak yang sangat cepat, di mana dapat mengelilingi bumi dalam waktu singkat. Kondisi ini membutuhkan sistem operasional terbaik untuk mengatur jadwal pengambilan data hingga distribusi informasi.

Manajemen misi dan pengendalian orbit dibutuhkan untuk mencegah terjadinya potensi tabrakan di ruang angkasa. Pemantauan kesehatan satelit juga harus dilakukan secara real-time untuk mendeteksi gangguan pada komponen kelistrikan maupun suhu.

Mengingat komunikasi dengan stasiun bumi dari orbit rendah memiliki waktu yang sangat terbatas, perencanaan presisi pun sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, dukungan jaringan stasiun bumi yang kuat diperlukan agar proses pengiriman data berjalan tanpa hambatan.

Melalui kemitraan ini, Indonesia diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada solusi teknologi dari luar negeri. Berbagai solusi yang dibutuhkan tersebut diharapkan dapat didukung oleh teknologi dan infrastruktur yang dimiliki Telkomsat.