Bagikan:

JAKARTA – SpaceX berhasil mengantongi lisensi jangka panjang dari Badan Penerbangan Federal (FAA). Melalui lisensi ini, perusahaan milik Elon Musk itu akan meluncurkan lebih banyak per Starship tahunnya.

Lisensi ini dikeluarkan oleh FAA pada 6 Mei 2025. Berdasarkan laporan Space, FAA telah merilis Penilaian Lingkungan (EA) terakhir atas operasi Starship di Starbase dan mengabulkan permintaan SpaceX, yakni peningkatan jumlah peluncuran Starship hingga lima kali lipat. 

Perusahaan tersebut kini dapat meluncurkan 25 Starship dengan dua tahap, yakni booster raksasa yang disebut Super Heavy dan tingkat atas yang hanya disebut Starship. Roket raksasa dua tahap ini hanya bisa diluncurkan melalui area yang disepakati, yakni Starbase. 

"FAA telah menetapkan bahwa memodifikasi lisensi operator kendaraan SpaceX yang mendukung peningkatan irama peluncuran dan pendaratan wahana peluncur Starship/Super Heavy tidak akan berdampak signifikan terhadap kualitas lingkungan manusia," tulis FAA dalam dokumen tebal yang berjudul Mitigated Finding of No Significant Impact (FONSI). 

FAA juga menambahkan bahwa SpaceX tidak perlu lagi menyusun laporan Pernyataan Dampak Lingkungan setiap ingin meluncurkan Starship. Sebagai gantinya, lembaga tersebut akan menerbitkan FONSI dan ROD secara independen.

Ini merupakan keputusan yang penting bagi SpaceX, khususnya bagi masa depan Starship. Sejauh ini, Starship telah diluncurkan delapan kali dan dua di antaranya dilakukan tahun ini. Biasanya, peluncuran Starship memiliki jeda yang cukup lama dengan minimal satu bulan. 

Namun, setelah lisensi ini diberikan, jumlah peluncuran Starship akan meningkat secara drastis. Untuk mengejar 25 peluncuran dalam waktu setahun, perusahaan itu perlu menerbangkan Starship setiap dua minggu sekali.