JAKARTA - Ledakan bisnis AI kini tidak hanya mengangkat laba dan harga saham perusahaan chip. Para pekerjanya juga ikut kebagian besar.
Karyawan divisi chip memori Samsung Electronics berpeluang menerima bonus jumbo setelah tercapai kesepakatan bagi hasil yang mengakhiri ancaman mogok kerja di raksasa teknologi Korea Selatan itu.
Dikutip dari The Guardian, Kamis, 28 Mei, Samsung sepakat menyisihkan 10,5 persen laba operasional divisi semikonduktornya untuk membayar bonus khusus pekerja chip. Kesepakatan itu dimediasi pemerintah Korea Selatan setelah sengketa sengit selama lima bulan.
Ancaman mogok selama 18 hari akhirnya batal setelah 74 persen dari 62.616 pekerja yang ikut pemungutan suara menyetujui kesepakatan tersebut.
Angkanya besar. Reuters melaporkan, seorang pekerja chip memori dengan gaji pokok 80 juta won per tahun diperkirakan bisa menerima bonus sekitar 626 juta won, atau 416.000 dolar AS. Dengan asumsi kurs sekitar Rp17.800 per dolar AS, nilainya sekitar Rp7,4 miliar. Sebagian besar bonus itu dibayar dalam bentuk saham.
BACA JUGA:
Besaran bonus tiap pekerja berbeda. Bloomberg memperkirakan rata-rata pekerja chip Samsung bisa menerima sekitar 513 juta won, atau sekitar 340.000 dolar AS.
Samsung mempekerjakan sekitar 78.000 orang di divisi semikonduktor. Divisi ini mencakup chip memori, produksi chip berdasarkan pesanan perusahaan lain, dan desain semikonduktor untuk klien.
Chip memori adalah komponen untuk menyimpan dan memindahkan data. Dalam era AI, chip jenis ini makin penting karena pusat data membutuhkan pasokan besar untuk menjalankan layanan kecerdasan buatan.
Kesepakatan itu menunjukkan betapa panasnya bisnis chip AI saat ini. Permintaan dari pusat data AI melonjak dan memicu kelangkaan pasokan. Harga chip naik tajam. Laba produsen chip ikut terdongkrak.
Samsung bukan satu-satunya yang menikmati momentum ini. Menurut The Guardian, nilai perusahaan chip memori SK Hynix dan Micron menembus angka 1 triliun dolar AS untuk pertama kalinya.
Saham SK Hynix melonjak lebih dari 9 persen pada Rabu. Saham Micron bahkan melesat 19 persen sehari sebelumnya setelah analis UBS menaikkan target harga saham perusahaan itu tiga kali lipat.
Namun, bonus besar ini juga bisa memunculkan kecemburuan di dalam Samsung. Karyawan di divisi lain, termasuk elektronik konsumen, diperkirakan menerima bonus jauh lebih kecil.
Persoalan juga belum sepenuhnya selesai. Serikat pekerja dari divisi elektronik konsumen telah meminta pengadilan memblokir hasil pemungutan suara. Kelompok investor juga mengancam menggugat karena menilai kesepakatan itu seharusnya dibawa ke rapat pemegang saham.
AI membuat perusahaan chip makin kaya. Kini, para pekerja chip mulai menagih bagian mereka. Di Samsung, tuntutan itu bukan lagi wacana. Sudah masuk hitungan bonus.