Bagikan:

JAKARTA - Seagate Technology Holdings plc merilis laporan global terbarunya yang memuat tentang tantangan yang semakin meningkat bagi penyedia pusat data, seiring dengan meningkatnya tuntutan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Laporan ini menemukan bahwa AI memicu gelombang permintaan penyimpanan data, di mana 94,5 persen responden melaporkan peningkatan kebutuhan penyimpanan data, dan 97 persen mengantisipasi pertumbuhan AI untuk lebih memengaruhi permintaan penyimpanan. 

Namun, terlihat juga berbagai hambatan utama dalam mendorong keinginan di pusat data, seperti pemakaian energi yang tinggi (53,5%), kebutuhan bahan baku (49,5%), keterbatasan ruang fisik (45,5%), biaya infrastruktur (28,5%), dan biaya akuisisi (27%).

“Pusat data berada di bawah pengawasan ketat, bukan hanya karena mendukung beban kerja AI modern, tetapi juga karena menjadi salah satu sektor ekonomi digital yang paling intensif dalam penggunaan energi,” ujar Jason Feist, wakil direktur utama senior Pemasaran Cloud, Seagate.

Menurutnya, keputusan mengenai penggunaan energi, pemanfaatan ruang, penggunaan bahan baku, dan investasi infrastruktur kini berdampak pada kinerja bisnis dan hasil lingkungan 

Di sisi lain, saat organisasi memperluas kemampuan datanya, Seagate mengatakan bahwa mereka menghadapi tiga pilihan, yakni meningkatkan efisiensi dalam infrastruktur yang ada, memperluas dimensi pusat data, atau memigrasikan beban kerja ke cloud.

Untuk mendukung industri dalam peralihan ini, laporan Seagate itu juga menguraikan tiga pilar strategi untuk membangun masa depan data yang lebih berkelanjutan, seperti inovasi teknologi, yang mencakup peningkatan daya komputasi, kepadatan penyimpanan, serta adopsi teknologi hemat energi seperti pendingin cair dan sistem HVAC canggih. 

Pilar kedua adalah komitmen terhadap perpanjangan dan sirkularitas siklus hidup perangkat, melalui perbaikan, penggunaan ulang, dan pemeliharaan untuk mengurangi limbah elektronik. 

Pilar ketiga menekankan pentingnya berbagi tanggung jawab di seluruh ekosistem—dari vendor hingga penyedia layanan cloud—untuk mengurangi emisi di semua lingkup (Cakupan 1, 2, dan 3). Kolaborasi dan pelaporan transparan menjadi kunci untuk menciptakan pusat data yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.