JAKARTA - Pasar kripto dan saham AS mulai menguat pasca pertemuan pejabat The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap pada level 4,25-4,50 persen. Bitcoin juga berhasil menembus level 83.000 dolar AS (Rp1,36 miliar) dan sempat diperdagangkan di area 87.000 dolar AS (Rp1,43 miliar).
Merespon kondisi tersebut, Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan bahwa meredanya kekhawatiran investor telah mendorong reaksi optimis terhadap aset berisiko seperti kripto dan saham AS.
"Sikap hati-hati namun optimistis The Fed turut memberikan sinyal kelegaan bagi pasar dan membuat kepercayaan diri investor meningkat," jelas Fahmi dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Kamis, 20 Maret.
Namun, Fahmi menambahkan, reli Bitcoin selanjutnya mungkin masih akan cukup dipengaruhi bagaimana pasar memandang risiko di tengah potensi inflasi yang masih membayangi. Adanya sentimen positif dari perkembangan regulasi kripto pemerintah AS dapat menjadi katalis yang berpotensi mendorong kenaikan lanjutan.
"Namun, penurunan suku bunga yang tertunda dan volatilitas yang didorong oleh tarif, tetap dapat menekan pasar kripto khususnya dalam jangka pendek. Korelasi Bitcoin dengan saham AS yang cukup tinggi saat ini masih menjadi perhatian investor," tambahnya.
Fahmi juga menjelaskan kalau situasi yang ada saat ini juga dapat berpotensi kembali meningkatkan antusiasme investor institusi terhadap Bitcoin dan Ethereum.
BACA JUGA:
"Kemungkinan akan segera diluncurkannya ETF spot aset kripto lain seperti Solana
menjelang akhir tahun ini turut berpotensi memperkuat narasi altcoin. Altcoin yang secara umum saat ini bisa dikatakan masih belum banyak mengalami kenaikan, berpotensi menarik perhatian pasar khususnya jika terdapat naratif yang menarik,” lanjutnya.
Namun, di tengah optimisme yang ada, Fahmi mengimbau para investor untuk tetap cermat dalam melihat perkembangan yang mungkin akan terjadi ke depan, terlepas dari optimisme The Fed terhadap inflasi dan kekuatan ekonomi AS.