Bagikan:

JAKARTA – Pada Januari lalu, Meta mengungkapkan bahwa mereka akan memangkas ribuan karyawan. Dalam memo internal perusahaan yang terungkap baru-baru ini, Meta mulai memecat karyawannya. 

Menurut Kepala Sumber Daya Manusia Meta Janelle Gale, mengutip dari Reuters, pemberitahuan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) telah dikirimkan ke karyawan yang terdampak. Pemberitahuan ini diberikan pada Senin, 10 Februari pukul 5 pagi waktu setempat.

Tidak diketahui perusahaan dari negara mana saja yang terdampak. Namun, sudah bisa dipastikan bahwa karyawan di Jerman, Prancis, Italia, dan Belanda akan dikecualikan dari PHK tersebut. Hal ini terjadi karena peraturan negara setempat yang perlu dipatuhi. 

Gale juga menjelaskan bahwa lusinan negara di Eropa, Asia, dan Afrika akan menerima pemberitahuan PHK mulai 11 Februari hingga 18 Februari. Berbeda dengan PHK yang biasa terjadi di perusahaan tersebut, Meta memutuskan untuk tetap membuka kantornya. 

Meta sempat mengatakan bahwa mereka akan memangkas 5 persen dari jumlah karyawannya. Pada September tahun lalu, jumlah pekerja di Meta mencapai 72.000 pekerja. Berdasarkan data tersebut, karyawan yang di-PHK kemungkinan mencapai 3.600 orang. 

Karyawan yang terkena PHK merupakan karyawan dengan kinerja terendah. Untuk meningkatkan standar kinerja perusahaan, Meta merasa bahwa PHK ini diperlukan. Setelah memangkas karyawan, Meta pun membuka lowongan baru untuk beberapa posisi.

Dalam memo internal yang terpisah, terungkap bahwa Meta sedang membuka posisi untuk teknisi pembelajaran mesin dan peran teknik lainnya yang penting bagi bisnis Meta. VP Teknik untuk Monetisasi, Peng Fan, dalam memonya, meminta staf untuk mempercepat proses perekrutan karyawan di posisi tersebut.