JAKARTA - Raksasa teknologi Jepang, Sony, resmi meluncurkan Soneium pada Senin 15 Januari 2025. Lantas apa itu Soneium? Ini adalah jaringan blockchain yang dibangun di atas platform Ethereum.
Peluncuran ini ditujukan untuk memperluas penggunaan aset kripto ke masyarakat luas dengan menawarkan teknologi yang lebih sederhana dan mudah digunakan. Namun, satu pertanyaan besar muncul: apakah jaringan ini juga akan merambah dunia game, khususnya merek PlayStation yang terkenal dengan franchise game ikonik seperti God of War, Uncharted, dan Gran Turismo?
Sota Watanabe, Direktur Sony Blockchain Solutions Labs, sebelumnya menyatakan bahwa Soneium punya potensi besar untuk menarik "orang biasa" ke dunia kripto. Menurutnya, jaringan ini dirancang untuk bekerja di balik layar sebagai infrastruktur teknis, sembari meningkatkan pengalaman pengguna di berbagai bidang, termasuk film, musik, dan game.
Situs resmi Soneium bahkan mencantumkan kategori aplikasi "game" di bawah klasifikasi "konsumen," memicu spekulasi tentang kemungkinan integrasi game-game populer PlayStation ke dalam ekosistem Soneium di masa mendatang.
BACA JUGA:
Meski demikian, juru bicara Sony Blockchain Solutions (BLS) menegaskan bahwa saat ini belum ada rencana pasti untuk menyatukan teknologi blockchain Soneium dengan PlayStation.
"Kami sangat antusias dengan potensi teknologi blockchain untuk dunia game, tapi saat ini kami belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait integrasi dengan PlayStation," ujar perwakilan Sony BLS dikutip dari Decrypt.
Soneium dirancang sebagai jaringan yang mempercepat dan mempermudah transaksi di Ethereum, memungkinkan pengembang untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan biaya yang lebih murah dan efisien. Langkah Sony sejalan dengan tren di industri blockchain yang semakin fokus pada adopsi oleh pengguna awam, di luar kalangan teknisi atau komunitas kripto.