Bagikan:

JAKARTA - Pengembang dompet kripto Phantom yaitu Phantom Technologies berhasil mengumpulkan dana sebesar 150 juta dolar AS (Rp2,43 triliun) dalam putaran pendanaan terbaru yang dipimpin oleh Sequoia Capital dan Paradigm. 

Pendanaan ini melipatgandakan valuasi perusahaan menjadi lebih dari 3 miliar dolar AS (Rp48,6 triliun), jauh di atas valuasi sebelumnya yang hanya sebesar 1,2 miliar dolar AS (Rp19,44 triliun) pada 2022.

Didirikan pada 2021 oleh Brandon Millman, Chris Kalani, dan Francesco Agosti, Phantom telah menjadi salah satu nama besar dalam industri kripto dengan total pendanaan lebih dari 250 juta juta dolar AS (Rp4,05 triliun) hingga saat ini. 

Perusahaan ini awalnya fokus pada blockchain Solana sebelum memperluas layanannya ke jaringan Ethereum dan Bitcoin. Berbeda dengan dompet kustodial yang memerlukan pihak ketiga, dompet non-kustodial Phantom memberikan kendali penuh kepada pengguna atas aset mereka.

Dengan pendanaan baru ini, Phantom berencana memperluas kehadirannya di pasar global dan menambahkan fitur-fitur inovatif untuk mendukung pengguna. Tujuannya adalah menjadikan dompet kripto Phantom sebagai solusi keuangan digital yang setara dengan aplikasi finansial arus utama. 

Menurut laporan PitchBook, pendanaan besar ini menjadi salah satu tanda kembalinya minat investor pada industri kripto setelah masa penurunan sejak 2021.