Bagikan:

JAKARTA – Misi IM-1, bagian dari Inisiatif Commercial Lunar Payload Services (CLPS) milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), berhasil diluncurkan pada Kamis, 15 Februari.

Pendarat IM-1, Nova-C dari Intuitive Machines, diluncurkan dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center NASA. Kendaraan yang membawa enam instrumen sains milik NASA itu sedang mengarah ke bulan bersama roket Falcon 9 milik SpaceX.

Pendarat tersebut diperkirakan tiba di Bulan pada Kamis, 22 Februari. Rencananya, Nova-C dan enam instrumen yang dibawanya akan mendarat di kawasan yang strategis untuk melakukan ekspedisi, yaitu di kawah Malapert A di kutub selatan bulan.

“Ilmu pengetahuan NASA terletak di dalam pendarat Nova-C, akan diluncurkan ke Bulan menggu nakan Roket Falcon 9. Mendarat di dekat kawah Malapert A akan membantu kita mempelajari lebih lanjut tentang Kutub Selatan bulan,” kata NASA melalui platform X.

Beberapa waktu lalu, NASA mengungkapkan enam instrumen yang akan ikut mendarat di Bulan. Enam instrumen tersebut adalah demonstrator navigasi Node Bulan Ke-1 (LN-1), Laser Retroreflector Array (LRA), dan Navigation Doppler Lidar (NDL).

Selain itu, ada Pengukur Massa Frekuensi Radio (RFMG), Pengamatan Gelombang Radio di Permukaan Bulan dari Selubung Fotoelektron (ROLSES), dan Kamera Stereo untuk Studi Permukaan Plume Bulan (SCALPSS).

Keenam instrumen ini memiliki fokus penelitian yang berbeda. LN-1 akan melakukan eksperimen perangkat keras penerbangan kecil untuk mengintegrasikan fungsi navigasi dan komunikasi, sementara LRA akan digunakan sebagai penanda lokasi permanen di Bulan.

Berikutnya, NDL akan mengukur kecepatan kendaraan dan ketinggian Nova-C saat mendarat, RFMG akan mengukur jumlah propelan roket, ROLSES akan mepelajari lingkungan energi radio dinamis, dan SCALPSS akan menangkap gambar permukaan saat proses pendaratan berlangsung.