Bagikan:

JAKARTA – Helikopter Ingenuity kembali diterbangkan di Planet Mars. Pada 18 Januari, pesawat tak berawak itu telah mencapai penerbangan ke-72. Akan, tetapi penerbangannya sempat mengalami masalah.

Jet Propulsion Laboratory (JPL), bagian dari Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), mengatakan bahwa penerbangan Ingenuity awalnya berjalan dengan lancar dan pesawat itu berhasil mencapai ketinggian maksimum, yaitu 12 meter.

Penerbangan untuk memeriksa sistem Ingenuity ini diharapkan selesai dalam waktu 32,08 detik, tetapi ternyata jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Pesawat ini mendarat lebih awal karena komunikasi yang mendadak terputus.

“Selama penurunan yang direncanakan, komunikasi antara helikopter dan penjelajah dihentikan lebih awal, sebelum mendarat,” kata tim JPL NASA dalam keterangan resmi. Namun, JPL tidak menjelaskan waktu penerbangannya.

Komunikasi antara penjelajah dan pesawat tak berawak ini terputus selama beberapa hari dan berdampak pada tim yang memantau di Bumi. Beruntungnya, tim JPL bisa kembali terhubung dengan Ingenuity pada Minggu, 21 Januari lalu.

“Kabar baik hari ini, kami telah membangun kembali kontak dengan Helikopter Mars setelah menginstruksikan Persevere (penjelajah Mars) untuk melakukan sesi mendengarkan sinyal Ingenuity dalam jangka waktu lama,” jelas JPL NASA.

Meski sudah kembali terhubung, JPL belum mengetahui penyebab dari terputusnya komunikasi selama beberapa hari ini. Mereka masih meninjau data terbaru dari Ingenuity untuk memahami penyebab anomali tersebut.