Apa itu Profesi <i>Content Creator</i> dan Cara Menjadi di Era 4.0
Ilustrasi Konten Kreator (Photo by Eugene Zhyvchik on Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Banyak perusahaan maupun UMKM yang membuka peluang pekerjaan untuk menjadi content creator. Profesi ini mulai dicari secara serius dan dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Padahal sepuluh tahun yang lalu profesi ini belum ada.

Selain banyak dibutuhkan, banyak perusahaan yang berani menggaji tinggi para content creator. Menurut situs Salary, pada bulan Mei 2020 rata-rata penghasilan content creator di Amerika Serikat sekitar $ 38.006 atau setara dengan Rp532 juta.

Namun jumlah gaji tergantung kepada banyak hal, mulai dari pendidikan, sertifikat, keterampilan tambahan, dan pengalaman kerja. Berbeda dengan di Indonesia, gaji yang diterima oleh content creator dari perusahaan jauh lebih sedikit dari gaji yang diterima dari perusahaan di Amerika Serikat.

Gaji sebesar itu bisa didapat di Indonesia dengan satu cara, yakni dengan menjadi content creator YouTube atau platform digital lain. YouTube akan membayar Anda jika konten yang dibuat banyak ditonton.

Secara mudah, YouTuber di Indonesia mendapat bayaran sekitar Rp7.000 per 1.000 tayangan. Jika Anda mendapat 1 juta views, Anda kemungkinan bisa meraup uang sebesar Rp7.000.000. Tapi jangan salah, perhitungan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Siapapun bisa menjadi seorang content creator asal mereka punya kemauan dan keterampilan. Sebagai langkah awal menjalani profesi tersebut, Anda bisa memulainya dari mengetahui apa itu sebenarnya content creator.

Photo by Yuvraj Sachdeva on Unsplash

 

Apa Itu Content Creator?

Content creator adalah sebutan kepada seseorang yang mampu memproduksi berbagai materi konten untuk diunggah di beberapa platform, baik berupa tulisan, gambar, video, bahkan suara. Tidak hanya memproduksi, seorang content creator juga bertanggung jawab atas kontribusi materi yang telah ia buat ke berbagai media, termasuk media digital.

Dalam bahasa Indonesia, content creator bisa diartikan sebagai pembuat konten. Adapun jenis platform yang dimaksud—sebagaimana yang disampaikan di atas—bisa bermacam-macam, mulai dari website, media sosial, YouTube, Snapchat, WordPress, dan masih banyak lagi.

Patut diingat bahwa pembuat konten tidak melulu berkaitan dengan platform digital yang diunggah secara online, namun juga offline. Seseorang yang bisa membuat produk seperti brosur, media presentasi, dan sebagainya, juga bisa disebut content creator. Hanya saja di era 4.0 seperti sekarang, content creator sering bersinggungan dengan digitalisasi.

Dalam perkembangannya, definisi content creator semakin luas. Seseorang bisa disebut content creator jika ia mampu memproduksi konten, bahkan jika ia tidak memiliki pengetahuan yang dalam mengenai teknologi. Artinya, content creator tidak perlu tahu bagaimana cara edit video, cara membuat brosur, dan sebagainya. 

Seorang YouTuber bisa disebut content creator jika ia mampu mengonsep dan melakukan proses perekaman video yang menarik dan transfer informasi berhasil dilakukan kepada penontonnya.

Misalnya, dalam memproduksi videonya, Atta Halilintar cukup berperan sebagai orang gila yang berkeliaran di jalanan. Ia terlibat dalam pembuatan konten secara langsung. Untuk masalah teknis, Atta mempekerjakan tim yang memiliki kemampuan take dan editing video.

Anda sudah bisa disebut sebagai content creator jika Anda mampu memproduksi sebuah konten, bahkan jika kualitas video Anda kurang baik. Cukup gunakan kamera ponsel, rekam aktivitas Anda saat melakukan sesuatu yang sekiranya menarik penonton. Jangan lupa, unggah di platform digital.

Yang paling pokok dalam proses pembuatan konten adalah kreativitas, harus orisinil, dan kemampuan berkomunikasi. Beberapa hal tersebut harus dimiliki para pembuat konten agar dapat menghasilkan konten yang baru dan dapat diterima oleh masyarakat. 

Anda memang tak perlu memiliki kemampuan teknis seperti mengedit video,menyunting tulisan, dan sebagainya. Namun seorang  content creator dituntut untuk mengetahui hal itu agar konten yang dihasilkan sesuai dengan keinginan.

Seorang content creator bisa bekerja secara profesional, baik terikat oleh perusahaan maupun tidak (freelance). Mereka bisa memilih salah satu atau keduanya jika sudah menjadi pembuat konten. Jika Anda tertarik menjadi seorang content creator, ada kiat-kiat yang harus Anda lakukan.

Photo by Markos Mant on Unsplash

 

Tanggung Jawab saat Menjadi Content Creator

Saat Anda menjadi seorang content creator, ada banyak tanggung jawab yang harus Anda emban. Tanggung jawab yang paling pokok adalah menghasilkan materi yang menghibur, mendidik, dan informatif.

Di beberapa perusahaan, content creator banyak bersinggungan dengan bagian pemasaran. Mereka dituntut untuk membuat konten yang dimaksudkan untuk menggaet pelanggan baru agar tertarik dengan produk perusahaan. Selain itu mereka juga harus ikut membranding produk perusahaan tempatnya bekerja.

Oleh karenanya content creator diharuskan mahir mempromosikan produk perusahaan dengan berbagai bentuk konten, mulai dari video hingga artikel. Untuk membuatnya, pembuat konten tidak bisa sembarangan. Mereka harus memahami target audien, ikut memberi edukasi, memberi informasi yang valid, bahkan mereka juga harus menyesuaikan antara konten dan platform yang digunakan.

Meski berbeda-beda, tanggung jawab seorang content creator adalah sebagai berikut.

  • Membuat konten yang orisinal, kreatif, menarik, dan komunikatif
  • Menguasai seluk-beluk platform digital
  • Up to date
  • Memiliki keterampilan membuat konten kreatif, baik secara teknis maupun konsep
  • Riset konten
  • Tanggung jawab atas konten yang dibuatnya
  • Menjembatani antara perusahaan dan pasar
  • Harus tahu produk atau tujuan perusahaan yang diwakilinya

Cara Menjadi Content Creator

Secara spesifik sebenarnya tidak ada cara yang baku untuk menjadi seorang content creator. Mengapa? Karena profesi ini bukan profesi yang teknis. Siapapun bisa memanfaatkan bakat dan kemampuan untuk menjadi seorang pembuat konten.

Anda bisa berangkat dari hobi yang selama ini ditekuni, lalu membagikannya dalam bentuk video. Atau saat melakukan perjalanan ke wilayah yang menarik, Anda bisa mengambil video dan menjelaskan wilayah yang Anda kunjungi, lalu mengunggahnya di YouTube.

Seorang guru sekolah dasar juga bisa merekam kegiatan sehari-harinya saat mengajar, atau seorang ojek online bisa mengunggah rekaman videonya selama mereka ngojek. Semua hal yang ada di sekitar Anda bisa jadi konten yang menarik.

Menjadi content creator tidak perlu legitimasi formal, orang-orang di sekitar Anda yang akan menyematkan predikat sebagai content creator setelah Anda menunjukkan hasil karya yang berkualitas. Agar meraih hal tersebut, ada kiat-kiat yang bisa Anda lakukan.

•Sesuai Passion

Segala hal yang dimulai dari passion akan dikerjakan dengan suka cita. Dan apa pun yang dikerjakan dengan suka cita, akan menghasilkan karya yang maksimal dan berkualitas. Inilah alasan untuk menjadi seorang content creator usahakan memulai dari passion.

Jika Anda hobi traveling, cobalah untuk membuat konten yang berhubungan dengan traveling. Jika Anda merasa memiliki passion dengan memasak, mulailah membuat konten memasak.

•Disiplin dan Konsisten

Dua hal ini sangat dibutuhkan oleh content creator, terutama jika Anda memulai karir secara mandiri atau freelance. Kedisiplinan dan konsisten akan membuktikan ke semua orang bahwa Anda benar-benar serius bergelut di bidangnya. Berbeda jika seorang content creator yang angin-anginan, yang bisa dipastikan akan dianggap tak serius di bidangnya. 

•Up To Date Tema

Seorang pembuat konten harus memiliki pengetahuan yang luas agar mampu memaksimalkan kontennya. Selain itu mereka juga harus up to date terhadap bidang yang digeluti. Tidak hanya terkait dengan kontennya, mengikuti perkembangan zaman juga dibutuhkan dalam menggaet calon konsumen atau penonton konten Anda. 

Sebagai contoh, Anda adalah seorang seorang content creator yang bekerja di sebuah perusahaan pariwisata. Sebagai penanggung jawab konten, Anda harus tahu di mana saja tempat pariwisata yang ada di Indonesia, kebudayaan apa saja yang ada di wilayah tersebut. Bahkan, Anda juga harus tahu berapa harga tiket masuk yang paling terbaru.

Jika Anda hanya tahu tempat pariwisata, kebudayaan, dan harga tiket masuk yang tak update, konten yang dihasilkan dianggap basi alias ketinggalan zaman. Karena ini up to date harus ada pada seorang content creator.

•Up To Date Gaya Konten

Seorag content creator tidak bisa mengandalkan gaya konten yang ketinggalan zaman. Teknologi semakin berkembang, gaya konten juga sama, terus mengalami perubahan. Di era yang semakin canggih, Anda harus memproduksi konten yang disukai masyarakat. Di sisi lain tren di sekitar masyarakat terus berubah.

Anda harus tahu, konten yang disukai generasi X berbeda dengan generasi Z. Untuk itu seorang content creator harus membaca konten pesaingnya demi mencari jenis konten terbaik. Ini berkaitan dengan riset kecil-kecilan.

•Original

Content creator dilarang keras melakukan plagiasi terhadap karya content creator lain. Anda dituntut untuk menyajikan konten yang original. Salah satu cara agar mencapai originalitas karya adalah dengan menjadi diri sendiri. 

Setiap orang punya keunikan sendiri-sendiri, begitu pula dengan Anda. Sajikan gaya konten yang mewakili Anda secara konsisten. Audien semakin lama akan tertarik dengan Anda dan menonton konten yang Anda produksi.  

•Meningkatkan Keterampilan

Keterampilan adalah salah satu bekal utama menjadi seorang content creator. Wujud keterampilan bisa berupa apa saja, misalnya seperti keterampilan menilis, bernyanyi, memasak, aktor, dan sebagainya. Untuk mendukung peningkatan kualitas konten, Anda harus meningkatkan keterampilan terus menerus. Tetaplah belajar dan jangan pernah merasa puas dengan karya yang sudah dihasilkan.

Misalnya, Anda adalah seorang content writer artikel di sebuah website. Meski Anda membuat tulisan untuk kebutuhan iklan, belajar menulis paragraf persuasi akan menunjang konten yang dihasilkan.

•Belajar Gaya Berkomunikasi

Content creator juga harus punya kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan, melalui media tulisan, video, tarian, dan grafik. Anda tidak hanya harus mempertimbangkan estetika, tapi juga komunikasi. 

Belajar bagaimana berkomunikasi melalui media buatan Anda. Dengan begitu goal yang ingin Anda capai akan diraih. Membuat konten bukan hanya tentang menyusun sebuah konten agar layak konsumsi, namun juga harus mempertimbangkan aspek komunikasi. 

•Lakukan Keyword Research

Profesi content creator menggabungkan antara seni dan sains. Selain keindahan juga harus memperhitungkan bagaimana algoritma suatu platform. Anda tidak hanya harus membuat konten menarik untuk dikonsumsi, namun harus tahu pula konten apa yang banyak dicari.

Salah satu cara mengetahui konten yang banyak dicari adalah dengan melakukan penelitian keyword. Jika Anda adalah pembuat konten dalam bentuk artikel, aktivitas ini tidak begitu asing. Gunakan tools yang banyak tersedia di berbagai platform, baik yang berbayar maupun gratis.

•Ketahui Selera Audien

Jika Anda ingin audien mengikuti setiap konten yang Anda buat, hal yang harus diperhatikan adalah selera audien. Anda harus membidik audien mana yang akan Anda tarik. Selain itu harus tahu bagaimana selera mereka. Mengetahui selera audien akan membantu content creator mengembangkan kontennya tanpa menurunkan kualitas.

•Jaringan

Poin ini sebenarnya tidak berkaitan secara langsung dengan profesi content creator. Tapi bagi semua pekerja di bidang kreatif, jaringan adalah hal yang sangat penting. Cobalah untuk membangun jaringan dengan mengenal sesama content creator.

Jaringan ini bisa Anda gunakan untuk sharing ide konten, diskusi, bahkan memperluas kemungkinan pekerjaan lainnya. Jaringan yang baik akan membuat wawasan Anda semakin terbuka. Jadi jangan pernah merasa Anda bisa hidup sendiri.

Mencari Lowongan Content Creator

Saat Anda memutuskan untuk menjadi seorang content creator, bekerja secara mandiri atau biasa disebut sebagai freelancer adalah langkah yang bisa diambil. Selain menguntungkan, menjadi freelancer juga akan meningkatkan kemampuan dalam mengolah konten. Tidak hanya itu, lowongan content creator yang tersedia khusus freelancer juga cukup banyak.

Anda bisa mengunjungi website freelancer yang sekelas internasional maupun lokal. Untuk pemula, mulailah dengan situs Indonesia. Beberapa situs yang bisa dicoba adalah sebagai berikut.

•Sribulancer

Website ini sangat familiar bagi freelancer content creator. Sribulancer menjadi situs yang mempertemukan freelancer dengan pencari jasa. Anda bisa menemukan banyak pekerjaan di situs ini yang bisa dikerjakan secara remote. 

Selain pekerjaan sebagai content creator, Anda dapat menemukan jenis pekerjaan lain seperti pembuat website, penerjemah artikel, desain, dan pekerjaan di bidang dunia kreatif lainnya. Sribulancer juga sangat populer dan terpercaya.

Silakan mengunjungi website sribulancer atau klik di sini. 

•Freelancer Indonesia

Situs Freelancer Indonesia juga kerap jadi tujuan freelancer untuk mencari pekerjaan. Situs ini jadi satu managemen dengan website freelancer yang basisnya di Australia. 

Banyak perusahaan dan UMKM yang mencari content creator melalui situs ini. Tidak hanya itu saja, bagi Anda yang bekerja di bidang desain, IT, dan pekerja kreatif lainnya, bisa mencari pekerjaan tambahan lewat situs ini. 

Silakan mengunjungi website Freelancer Indonesia atau klik di sini.

•Projects

Projects tak kalah populer dengan situs freelance Indonesia lainnya, terutama bagi para freelancer yang berkutat di bidang content creator. Selain memberikan pekerjaan dengan gaji yang lumayan, Projects juga jadi wadah untuk jual beli produk digital seperti eBook, desain baju, template gambar, dan produk kreatif lainnya. Anda bisa menjual konten lewat website ini.

Silakan mengunjungi website Projects atau klik di sini.

•Sribu

Situs ini memiliki perbedaan sedikit dengan situs-situs sebelumnya karena hanya menyediakan pekerjaan bagi content creator di bidang desain atau graphic designer. Macam pekerjaan yang ditawarkan sangat beraneka ragam seperti pembuatan logo, website, aplikasi mobile, interior, dan sejenisnya. Jadi bagi Anda yang berkutat di bidang tak content creator video tak bisa mencarinya di Sribu.

Silakan mengunjungi website Sribu atau klik di sini.

•Writer Access

Anda pasti bisa menebak jenis freelance apa yang tersedia di situs ini. Writer Access jadi tempat berkumpulnya para content creator di bidang kepenulisan. Banyak pekerjaan yang bisa diambil jika Anda memiliki keterampilan menulis seperti menulis artikel, laporan ilmiah, dan sebagainya.

Situs ini juga menyediakan beberapa tools untuk menunjang para content creator seperti optimasi keyword, content planner, bahkan analytics.

Silakan mengunjungi website Writer Access atau klik di sini.