Kation Technologies Indonesia dan Asuransi Sinar Mas Tawarkan <i>Bundling</i> Microsoft 365 dengan Perlindungan Mutakhir
Ilustrasi keamanan siber (foto: Kation Technologies)

Bagikan:

JAKARTA - PT Kation Technologies Indonesia, perusahaan solusi teknologi informasi mengumumkan kolaborasi terbarunya dengan PT Asuransi Sinar Mas dalam menghadirkan bundling langganan Microsoft 365 yang dilengkapi dengan asuransi kecelakaan diri.

Dengan bundling tersebut, pengguna yang berlangganan Microsoft 365 melalui Kation Technologies dapat menikmati manfaat perlindungan terintegrasi Microsoft 365 terhadap ancaman siber.

Selain itu, pengguna juga mendapatkan perlindungan finansial selama 24 jam terhadap risiko-risiko kecelakaan dengan dana pertanggungan biaya perawatan dan satuan sejumlah hingga Rp100 juta.

“Platform penunjang produktivitas Microsoft 365 sudah dilengkapi dengan solusi keamanan kualitas enterprise-grade yang memastikan perlindungan data pelanggan dari akses, pencurian, atau penyalahgunaan yang tidak sah,” kata Yusuf Khyber Hasnoputro, President Director, PT Kation Technologies Indonesia dalam pernyatannya.

Sebagai Microsoft Gold Partner untuk wilayah Asia Pasifik, Kation Technologies ingin menawarkan solusi lengkap yang memberikan kenyamanan dan ketenangan hati bagi pengguna Microsoft 365 di Indonesia. 

Menurut Siany Jontana, Division Head Agency Network Development, PT. Asuransi Sinar Mas, walaupun penduduk Indonesia semakin melek teknologi dan internet, namun tingkat literasi asuransi di kalangan masyarakat masih rendah. 

“Kolaborasi bersama Kation Technologies ini merupakan bentuk komitmen Asuransi Sinar Mas dalam meluaskan akses dan memberikan kemudahan perlindungan diri bagi masyarakat Indonesia,” ujar Siany lebih lanjut.

Kation Technologies pertama kali didirikan pada tahun 2015 di Filipina dan memulai operasinya di Indonesia pada tahun 2022 melalui joint venture dengan teknopreneur berpengalaman, Yusuf Khyber Hasnoputro. 

Kation Technologies Indonesia hadir untuk mempercepat transformasi digital bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di tanah air dengan pendekatan yang lebih strategis serta berpusat pada kebutuhan pegawai (human-centered), beralih dari investasi teknologi ke investasi bisnis yang berpusat pada data untuk pengambilan keputusan dan menentukan pengembalian investasi (ROI) yang jelas dan terukur.